Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan, pasien Askes Keluarga Miskis di ruang rawat inap RSUD Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan
ALFIAN, Deddy, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,PhD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. Pembiayaan daLatar Belakang: Kepuasan pasien merupakan suatu hal yang sangat penting dalam meninjau mutu pelayanan di suatu rumah sakit. Pada tahun 2003 jumlah pasien yang dirawat inap di RSUD Sekayu sebanyak 3934 orang dengan angka rata-rata pengguna tempat tidur (Bed Occupancy Rate) 79%, dan rata-rata lamanya pasien dirawat (Length Of Stay) 4 hari. Tahun 2004 jumlah pasien yang dirawat inap di RSUD Sekayu sebanyak 3721 orang dengan angka rata-rata pengguna tempat tidur (Bed Occupancy Rate) 67,8%, dan rata-rata lamanya pasien dirawat (Length Of Stay) 4 hari. Berdasarkan SK Menkes NO.1241 tahun 2005, PT.Askes ditunjuk menjadi penjamin dari Gakin dengan benefit package, (paket manfaat) secara komprehensif meskipun penugasannya banyak dipertanyakan setelah judicial review. Menurut lampiran Kepmenkes NO.56 tahun 2005 pelayanan peserta Askes Gakin dapat dilakukan RS swasta sebagai PPKnya. Dengan demikian apabila kepuasan dari peserta Askes belum terpenuhi maka PT Askes dapat mengalihkan kontraknya ke RS swasta sebagai pengganti RSUD. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pasien Askes Gakin dan faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien peserta Askes Gakin yang dirawat inap di RSUD Sekayu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Cross-sectional, dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji statistik dengan Pearson korelasi, untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan pengalaman berobat. Subjek penelitian adalah Peserta Askes keluarga miskin yang di rawat inap di RSUD Sekayu, penentuan jumlah responden dengan non probability sampling. Hasil: Setelah dilakukan uji statistik dengan Pearson Korelasi didapatkan umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan pengalaman berobat tidak ada hubungan secara signifikan dengan kepuasan, dimana nilai p > 0,05 dan koefisien korelasinya sangat rendah yaitu < 0,20. Kesimpulan: Sebagian besar responden (83,8%) mengatakan puas terhadap pelayanan rawat inap di RSUD Sekayu. Pengetahuan responden terhadap hak dan kewajiban sebagai peserta kurang baik, dimana dari 68 responden hanya 7 orang (10,3%) yang tahu apa hak dan kewajibannya sebagai peserta Askes Gakin. Seluruh variabel bebas yang diteliti, tidak ada yang berhubungan secara signifikan terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSUD Sekayu serta koefisien korelasinya sangat rendah.
Background: Patient satisfaction is an important aspect of service quality in hospitals. In 2003 as many as 3934 people were hospitalized at RSUD Sekayu with average bed occupancy rate as much as 79% and length of stay for 4 days. In 2004 the number of patients hospitalized were 3721 people with average bed occupancy rate 67.8% and length of stay for 4 days. According to decree of the Ministry of Health No. 1241, 2005, PT. Askes is chosen as the guarantor of poor families with comprehensive benefit package, although its assignment is being questioned after the judical review. According to enclosure of the Ministry of Health Decree No. 56, 2005 service to Askes patients from the poor can be provided by private hospitals as health service providers. Therefore, if satisfaction of PT. Askes participants has not been fulfilled, PT Askes can divert the contract to private hospitals as substitute of public hospitals. Objective: To identify satisfaction of PT. Askes patients from poor families and factors related to satisfaction of PT. Askes patients from poor families hospitalized at RSUD Sekayu. Method: This was a cross sectional study, which was analyzed quantitatively using Pearson correlation statistical test to find out relationship between satisfaction and variables of age, gender, education, job, knowledge and experience in having medication. Subject of the study were PT. Askes participants from poor families hospitalized at RSUD Sekayu. Respondent were taken using non probability sampling technique. Result: The result of Pearson Correlation statistical test showed that age, gender, education, job, knowledge and experience of having medication did not have significant relationship with satisfaction, with p>0.05 and their correlation coefficient was very low, i.e. < 0.20. Conclusion: Most of respondents (83,8%) were satisfied with inpatient service of RSUD Sekayu. Knowledge of respondents about rights and duties as participants was low, only 7 of 68 respondents (10.3%) knew their rights and duties as PT. Askes participants from poor families. All independent variables observed did not have significant relationship with satisfaction of patients hospitalized at RSUD Sekayu and their correlation coefficient was very low.
Kata Kunci : Asuransi Kesehatan,Kepuasan Pasien,Paradigma Rumah Sakit, PT. Askes, poor family, customer satisfaction