Pelaksanaan otonomi rumah sakit di RSUD Kalisat Kabupaten Jember menurut persepsi Stakeholders
KUSUMA, Agus Perry, Prof.dr. Laksono Trisnantoro, MSc.,PhD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. PeLatar Belakang : Pelaksanaan otonomi pada sebuah RS sudah merupakan hal yang tidak terbantahkan lagi. Karena dengan otonomi maka rumah sakit akan dapat melaksanakan kegiatan pelayanan yang prima. Untuk melihat pelaksanaan otonomi indikator yang banyak dipakai adalah manajemen stratejik, keuangan, pembelian, administrasi SIM, SDM. Dalam pelaksanaan otonomi maka banyak pihak yang saling terkait (stakeholder) dalam menunjang suksesnya otonomi itu sendiri, baik dari dalam organisasi (stakeholder internal), maupun dari luar organisasi (stakeholder eksternal). Sehingga disini diperlukan adanya pemahamanyang mendalam akan otonomi RS, khususnya bagi stakeholder eksternal yang berperan sebagai penentu kebijakan terhadap RS. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi dari stakeholder mengenai konsep otonomi rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang diamati meliputi manajemen stratejik, administrasi, sistem pembelian, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, hubungan antara Dinas Kesehatan dengan RSUD Kalisat, harapan dari stakeholders terhadap RSUD Kalisat. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Informan kunci yang diwawancarai meliputi direktur dan staf RSUD Kalisat, Kepala BAPPEDA, Pejabat Dinas Kesehatan, Assisten II SekDa Jember, Anggota Komisis D DPRD Jember. Hasil: Untuk manajemen stratejik persepsi stakeholder internal dan eksternal sudah dalam tingkat otonomi yang tinggi, Administrasi SIM, baik stakeholders internal maupun eksternal memiliki otonomi yang tinggi pada kondisi realita otonomi yang rendah, aspek pembelian persepsi stakeholders internal dan eksternal berada pada tingkat otonomi sedang, manajemen keuangan stakeholder internal berada pada otonomi rendah, sedangkan persepsi stakeholder eksternal berada pada otonomi yang tinggi untuk kondisi realita yang rendah, untuk SDM baik stakeholder internal maupun eksternal berada pada tingkat otonomi yang rendah. Kesimpulan: Persepsi stakeholder internal dan eksternal yang mempunyai otonomi yang tinggi adalah pada aspek manajemen stratejik, administrasi SIM, untuk pembelian persepsi stakeholder internal dan eksternal berada pada tingkat sedang, manajemen SDM stakeholder internal dan eksternal berada pada otonomi yang rendah, untuk manajemen keuangan stakeholder internal pada otonomi rendah, sedang stakeholder eksternal pada otonomi yang tinggi.
Background: Hospital autonomy is an undoubted issue. By the autonomy, the hospital would be able to do excellent service activity. The autonomy indicators thar are usually used are strategic management, monetary, administration purchasing of Managemen Information System and Human Resources. In conducting autonomy, there are many stakeholders but also external stakeholders. So that it needs to be understood about hospital autonomy especially for external stakeholders as a policy maker. Objective: This study is conducted to know the perception of stakeholder about hospital autonomy concept. Method: This study used qualitative description method and screened strategic management, administration, purchasing system, monetary management, human resources management, the correlation between RSUD Kalisat and Health Department, and by expectation of stakeholders for RSUD Kalisat. Data collected by in depth interview. The respondent were the director and the staffs of RSUD Kalisat, Chief of BAPPEDA, Chief of Health Department, Assistant II Jember RegionalSecretary, memebers of Comissions D of Jember DPRD. Result; For strategic management, internal and external stakeholders perceptions has been in high level autonomy and according to the reality of low autonomy. For purchasing aspect, internal and external stakeholder had been in the middle level. Monetary management, internal and axternal stakeholders perceptions had been in llow autonomy and external stakeholders perception had been in high level if autonomy. For human resources, internal and external astakeholders perception had been in low level autonomy. For human resources management, internal and external stakeholders had been in low level of autonomy. Conclusion: Internal and external stakeholders perception who had high autonomy was in strategic management aspect, Management Information System Administration, for purchasing aspect, internal and external stakeholders had been in the middle level, For human resources, internal and external stakeholders perception had been in low level of autonomy. Monetary stakeholder perception had been in low level of autonomy and external stakeholders perception had been in high level of autonomy.
Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan,Otonomi Rumah Sakit,Stakeholder, perception, stakeholders, hospital autonomy