Laporkan Masalah

Hubungan besar sisa gaji yang dibawa pulang dan komitmen organisasi dengan ketidakhadiran karyawan di Dinas Kesehatan Propinsi Jambi

ZALBIANIS, dr. Rossi Sanusi, MPA.,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar belakang: Menurunnya kehadiran pegawai mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja. Di Dinas Kesehatan Propinsi Jambi, angka ketidakhadiran karyawan cukup tinggi yaitu sebesar 22,4%, banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka ketidakhadiran ini. Berdasarkan pengamatan salah satu faktor yang mungkin berhubungan adalah banyaknya karyawan yang gajinya dipotong karena adanya pinjaman sehingga berdampak pada sisa gaji yang dibawa pulang (take home pay). Faktor lain yang mungkin berhubungan adalah rendahnya komitmen organisasi. Tujuan penelitian: untuk mengungkapkan kaitan antara besar sisa gaji yang dibawa pulang (take home pay) dan komitmen organisasi dengan ketidakhadiran karyawan di Dinas kesehatan Propinsi Jambi. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, subjek penelitian adalah seluruh karyawan Dinas Kesehatan Propinsi Jambi yang berjumlah 265 orang. Variabel prediktor adalah take home pay dan komitmen organisasi, sedangkan variabel kriterion adalah ketidakhadiran. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, studi dokumen dan pedoman wawancara. Uji hipotesis penelitian dilakukan dengan analisis korelasi product moment. Disamping itu untuk menghindari kemungkinan bias digunakan pula teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian: Hasil penelitian dengan analisis korelasi product moment memperlihatkan bahwa terdapat korelasi negatif antara variabel take home pay dengan ketidakhadiran dengan r = -0,418 dan terdapat korelasi negatif antara variabel komitmen organisasi dengan ketidakhadiran dengan r = - 0,223. Kesimpulan: faktor besar sisa gaji yang dibawa pulang (take home pay) dan komitmen organisasi berhubungan dengan ketidakhadiran karyawan di Dinas kesehatan Propinsi Jambi.

Background: Decreasing staff's presence causes decreasing productivity. At the Health Office of Jambi Province staff's absence is relatively high, i.e. 22.4%. There are many factors which cause high rate of staff's absence. Based on observation there is one factor which may be related to this, i.e. great number of staff whose salaries have been greatly reduced by loans which affect their take home pay. Another factor which may be related is low organizational commitment. Objective: To identify relationship between amount of take home pay and organizational commitment and staff's absence at the Health Office of Jambi Province. Method: The study used cross sectional design with subject of the study were as many as (all) 265 staff of the Health Office, Province of Jambi. Predictor variables were take home pay and organizational commitment, whereas criterion variable was absence. Data collection used questionnaire, documentation study and interview guide. Test of hypothesis used product moment correlation analysis. Qualitative analysis technique was used to avoid bias possibility. Result: The result of the study with product moment correlation analysis showed that there was negative correlation between variable of employee absenteeism and the take home pay with r= -0.418. It also shows there was negative correlation between variable of organizational commitment and absence with r=0.223. Conclusion: Amount of take home pay and organizational commitment had relationship with staff's absence at the Health Office of Jambi Province.

Kata Kunci : Manajemen Kesehatan,Komitmen Organisasi,Gaji dan Ketidakhadiran, absence, organizational commitment, take home pay


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.