Laporkan Masalah

Pemanfaatan unit mobil Pusat Kesehatan Masyarakat Keliling di Kabupaten Solok

ZULHENDRI, Prof.dr. Hari Kusnanto J., DrPH

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar belakang : Salah satu upaya pendekatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya didaerah terpencil, adalah dengan pelayanan unit mobil puskesmas keliling. Unit mobil puskesmas keliling merupakan sarana utama transportasi tenaga,peralatan ke daerah terpencil, sehingga harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Berbagai masalah manajerial merupakan kendala, sehingga unit mobil tersebut tidak dimanfaatkan secara efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pemanfaatan unit mobil, mengidentifikasi pemanfaatan,ketenagaan, dana dan dukungan manajemen. Cara penelitian : Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan rancangan studi kasus, unit analisis adalah unit mobil puskesmas keliling , sedangkan subjek penelitian pimpinan puskesmas, kepala dinas kesehatan, kasubdin bina upaya kesehatan dan farmasi, kepala seksi puskesmas. Untuk menganalisis data digunakan teknik kualitatif, yaitu interpretasi naratif, dan validasi data. Hasil penelitian : Pemanfaatan unit mobil pada puskesmas dengan utilisasi puskesmas tinggi untuk pelayanan kesehatan 33,7%, Administrasi 28,9%, kepentingan pribadi 11,1% dan parkir di garasi 26,4%. Ketersediaan tenaga sopir 16,7% selebihnya tenaga rangkap. Perencanaan belum ada yang bersifat strategis. Pengorganisasian, koordinasi, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan dan evaluasi belum dilaksanakan secara terpadu. Kesimpulan : Masih rendahnya pemanfaatan unit mobil bila dibandingkan dengan total jam kerja, proporsi biaya tersedia belum sesuai kebutuhan, pengunaan unit mobil belum sesuai prioritas program

Background: One of efforts to provide accessible health service for the community is through mobile community health center service. As a main transport facility, mobile community health center van has to be optimally used. Some managerial constraints have caused ineffective and inefficient utilization of the van. Objective: The objective of the study was to explore utilization of the mobile unit, identify use of manpower, fund and management support. Method: The study used qualitative descriptive approach with a case study design. Analysis units were heads of health offices, heads of sub offices of health and pharmacy effort management, heads of community health center, heads of subcommunity health center. Data analysis used qualitative technique with narative interpretation whereas data conclusion and validation used triangular technique. Result: Factors of manpower, fund and management support greatly determined success. Low utilization of the mobile unit was due to limited manpower (no team formation), unclear schedule and responsibility, and lack of management support, therefore the implementation of planning, organizing, and funding should be improved. Conclusion: The utilization of the mobile unit was not yet optimum. The van was more often used for administrative activities such as meeting, taking staff salary from the bank, and delivering report, due weak planning and organization, monitoring and supervision of the health office. Keywords: mobile unit, mobile community health center, utilization

Kata Kunci : Puskesmas Keliling,Manajemen Sarana,Mobil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.