Peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pengadaan sarana distribusi air bersih program Water and Sanitation for Low Income Communities 2 di Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman
DESRIZAL, Prof.dr. Hari Kusnanto J., DrPH
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. PeLatar Belakang: Proporsi penyakit diare sebagai penyebab kematian bayi masih cukup tinggi (13,9%), bahkan kadang-kadang sering timbul dalam bentuk kejadian luar biasa (KLB). Salah satu kegiatan promotif dan preventif untuk menanggulangi penyakit diare adalah dengan pembangunan sarana air bersih. Dimasa lalu banyak investasi besar srana air bersih hasilnya tidak memenuhi harapan, prasarana dan sarana air bersih yang telah dibangun tidak berfungsi dengan baik, dan tidak adanya perhatian masyarakat untuk menjaga. Salah satu penyebab tidak adanya kesinambungan sarana air bersih tersebut karena selama ini pembangunannya tidak melibatkan masyarakat sejak awal. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran atau informasi tentang pelaksanaan pengadaan sarana distribusi air bersih program WSLIC -2 di Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman. Metode Penelitian: Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional, dengan rancangan cross sectional dan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman, subjek penelitian untuk kuantitatif adalah keluarga yang memanfaatkan sarana air bersih WSLIC-2. sedangkan untuk kualitatif adalah Walinagari, Ketua tim kerja masyarakat, ketua badan pengelola air bersih dan konsultan, kemudian dilanjutkan dengan pengamatan terhadap sarana air bersih distribusi. Analisis data meliputi analisis univariabel, analisis bivariabel, multivariabel. Hasil Penelitian: Peran serta masyarakat 74,7% baik, pemeliharaan sarana 69,2% baik, pemanfaatan sarana 76,6% baik sedangkan kesesuaian desain dengan kebutuhan masyarakat 70,3% sesuai. Peran serta masyarakat mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemeliharaan dan pemanfaatan sarana air bersih distribusi, semakin tinggi peran serta masyarakat semakin tinggi pemeliharaan dan pemanfaatan. Kesesuaian desain mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemeliharaan dan pemanfaatan. Semakin sesuai desain atau sarana yang dibangun dengan kebutuhan masyarakat semakin tinggi pemeliharaan dan pemanfaatan sarana oleh masyarakat. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara peran serta masyarakat dengan pemeliharaan dan pemanfaatan sarana, serta ada hubungan antara kesesuaian desain dengan pemeliharaan dan pemanfaatan.
Background: Diarrheal diseases are one of the most important cause (13,9%) of infant mortality, and sometimes occur as an epidemic. Promotive and preventive measures against diarrhea include safe water supply. Major investations in the development of safe water supply in the past did not meet community needs. The projects did not work and did not encoverage the community to maintain their functions.This failure for project achievement has been attributed to the lack of community involvement since project inception. Objective: To investigate the implementation of the establishment of the infrastructure of fresh water distribution of WSLIC-2 program in Duo Koto Subdistrict, Pasaman District. Methods: This is an observational study with cross-sectional design involving also qualitative data collection. The data were collected in Duo Koto Subdistrict, Pasaman District. Households using the water supply, WSLIC-2 program, were respondents in the survey. Respondents for indepth interviews were Walinagari, community work team, water supply manager, and project consultant. Direct observations of the water supply sites were carried out. Univariate, bivariate and multivariate statistical analyses were conducted. Results: A good community participation was reported by 74,7% respondents, 69,2% were statisfied with maintenance, 76,6% utilized well the water supply facilities. The majority (70,3%) of the respondents said that the design of the facilities was suitable to the need of the community. The greater the involvement of the community, the greater their participation in the maintenance of the facilities. The appropriateness of the design was positively associated with maintenance and use by the community. Conclusion: The involvement of the community in the water supply development program was associated with the maintenance and use of the facilities, therefore would improve the sustainability of the program.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Peran Masyarakat,Pengadaan Sarana Air Bersih, community’s participation, maintenance, utilization, suitability