Laporkan Masalah

Gaya kepemimpinan, situasi kepemimpinan dan motivasi kerja petugas Puskesmas Kota Bau-bau Provinsi Sulawesi Tenggara

SUMARDIN, dr. Kristiani, SU

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar belakang. Di Kota Bau-Bau, kepala Puskesmas sebagian besar dijabat oleh dokter. Meskipun demikian, masih ada beberapa Puskesmas yang dipimpin oleh perawat/bidan. Dalam menjalankan tugasnya, kepala Puskesmas lebih berorientasi kepada tugas. Ini berarti bahwa setiap tugas harus diselesaikan tepat waktu, sementara banyak dari petugas Puskesmas memiliki tugas rangkap disebabkan oleh kurangnya tenaga. Di samping itu, kepala Puskesmas juga tidak mempunyai kewenangan untuk menilai kinerja petugas kesehatannya. Tujuan penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi kepemimpinan yang dipersepsikan petugas puskesmas dengan motivasi kerja petugas puskesmas. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, dengan rancangan cross sectional, dan 135 petugas Puskesmas dipilih sebagai subjek penelitian. Data mengenai gaya dan situasi kepemimpinan diambil dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan Sugiyono (2003). Motivasi kerja diukur dengan menggunakan kuesioner yang diadopsi dari penelitian Sirait (2000). Sedangkan data dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Pearson Product Moment dan regresi berganda. Hasil Penelitian. Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan yang dipersepsikan petugas puskesmas dengan motivasi kerja (p<0,05), dengan keeratan hubungan sedang (r=0,469). Terdapat pula hubungan yang signifikan antara situasi kepemimpinan yang dipersepsikan petugas puskesmas dengan motivasi kerja (p=<0,05), dengan keeratan hubungan sedang (0,445). Analisis dari uji regresi berganda menunjukkan adanya hubungan signifikan antara variabel gaya dan situasi kepemimpinan yang dipersepsikan petugas puskesmas secara bersama-sama dengan motivasi kerja (p<0,05), dengan keeratan hubungan sedang (0,544). Nilai R square adalah 0,296, yang berarti kontribusi kedua variabel gaya dan situasi kepemimpinan secara bersama-sama adalah 29,6% dan selebihnya (70,4%) disebabkan faktor lain. Kesimpulan: Hipotesis penelitian ini tidak didukung karena secara statistik ada hubungan yang bermakna antara gaya kepemimpinan dan situasi kepemimpinan yang dipersepsikan petugas puskesmas dengan motivasi kerja, namun secara praktis hubungan tersebut tidak bermakna.

Background: At Bau-Bau Municipality, community health center is mostly headed by a doctor. However, there are some headed by nurses/midwives. In doing their job, heads of Community Health Centers are job oriented. This means that each job has to be finished on time, meanwhile there are staff of community health center who have dual duties because of limited number of staff. Besides, head of community health center does not have authority to evaluate performance of health staff. Objective: The objective of the study was to analyze relationship between leadership style and leadership situation as perceived by staff of community health center and work motivation of staff of community health center. Method: The study was analytical with cross sectional design. As many as 135 staff of community health center were taken as subject of the study. Data of leadership style and situation were collected through questionnaire developed by Sugiyono (2003). Work motivation was measured using questionnaire adopted from research of Sirait (2000). Data were statistically analyzed using Pearson Product Moment and double regression. Result: There was significant relationship between leadership style as perceived by staff of community health center and work motivation (p<0.05) with medium relationship (r=0.469). There was significant relationship between leadership situation and work motivation (p<0.05) with medium relationship (r=0.445). Double regression test showed that there was simultaneously significant relationship between leadership style and situation as perceived by staff of community health center and work motivation (p<0.05) with medium relationship (r=0.544). R2=0.296, meaning that contribution of both leadership style and leadership situation simultaneously was as much as 29.6% and the rest (70.4%) was caused by other factors. Conclusion: Research hypothesis do not be supported because statistically there was relationship significant between leadership style and situation as perceived by staff of community health center and work motivation, but practically the relationship was insignificant.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Motivasi Kerja Petugas,Gaya Kepemimpinan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.