Laporkan Masalah

Pemanfaatan data dan informasi status gizi balita dalam pengambilan keputusan di Puskesmas se-Kabupaten Simalungun

NAINGGOLAN, Daulat, dr. Kristiani, SU

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar Belakang. Dari data yang diperoleh di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun ternyata masih terdapat banyak masalah kurang gizi yang sebagian besar ditemukan pada anak-anak balita. Oleh karenanya, untuk dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai masalah ini, diperlukan data dan informasi yang akurat, valid, reliabel, lengkap, tepat waktu, dan mudah diakses. Data tersebut harus pula diolah dan disajikan secara akurat sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan yang akurat dan tepat sasaran. Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai pemanfaatan data dan informasi status gizi balita dalam pengambilan keputusan di Puskesmas di Kabupaten Simalungun. Metode Penelitian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus, serta menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Adapun subjek dari penelitian ini adalah Kepala Subdin Binkesmas, Kepala Seksi Gizi, Kepala Puskesmas dan Petugas Gizi Puskesmas. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, panduan wawancara mendalam, panduan diskusi kelompok terarah dan cek dokumen. Hasil Penelitian. Data dan informasi mengenai status gizi balita tersedia di sebagian besar puskesmas di Kabupaten Simalungun. Meskipun demikian, ternyata masih ada beberapa puskesmas yang tidak dapat melakukan pencatatan data karena ketiadaan formulir pencatatan dan pelaporan. Adapun kualitas data dan informasi status gizi balita di berbagai puskesmas di Kabupaten Simalungun dapat dikatakan masih kurang baik dikarenakan beberapa hal. Pertama, di berbagai puskesmas terdapat petugas gizi yang tidak memiliki latar belakang pendidikan gizi. Hal ini berdampak pada ketidak-akuratan data yang mereka olah. Kedua, laporan yang mereka kirim ke Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten terkesan asalasalan, seolah dilakukan hanya untuk memenuhi kewajiban. Ketiga, tidak adanya umpan balik dari Dinas Kesehatan Kabupaten sendiri mengenai data yang dikirimkan oleh berbagai puskesmas di wilayahnya, dan keempat, sebagian besar puskesmas di Kabupaten Simalungun menyajikan data hanya dalam format tabel, dan tidak dalam format gambar atau grafik seperti PWS dan SKDN. Kesimpulan. Data dan informasi mengenai status gizi balita tidak dimanfaatkan dalam proses pengambilan keputusan di berbagai puskesmas di Kabupaten Simalungun.

Background: The data from Simalungun District Health Office shows there are still many malnutrition problems in under five year old children. Thus, accurate data and information are very important to make the right decision related to the problem. The data will also have to be accurately analyzed as a foundation for a precise and accurate decision making. Objectives: The objective of this research was to describe the use of data and information on the nutrition status of under five year old children in decision making in Health Centers in Simalungun District. Research Methods: This research was a descriptive research, with case study design, using quantitative and qualitative methods. The subjects of the research were the Head of Subdin Binkesmas (Sub-section of Community Health Education), the Head of Nutrition Section, Heads of Health Centers and Health Centers Nutrition Staff. The research instruments were questionnaires, in-depth interview guide, focus group discussion guide and document check list. Results: Data and information on the nutrition status of under five year old children were available in most of Health Centers in Simalungun. Yet there were also several Health Centers which were unable to record the data due to the unavailability of recording and reporting forms. The quality of the data was also quite poor because: First, there were nutrition staff in Health Centers having no backgrounds in nutrition education. This impacted in the inaccurately analyzed data, such as weighing results and nutrition status monitoring of under five year old children. Second, the reports they sent to District Health Office were sometimes invalid, which were done just to fulfill their obligation to the District Health Office. Third, there was no feedback from the District Health Office regarding the reports. Fourth, most Health Centers in Simalungun presented their data in table form, and not in pictures or graphics such as PWS (Local Area Monitoring) and SKDN (graphics of activities of under five year old children weighing results). Conclusions: The data and information on nutrition status of under five year old children were not yet employed in the decision making in Health Centers in Simalungun District.

Kata Kunci : Manajemen Layanan Kesehatan, Data dan Informasi, Informasi Status Gizi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.