Laporkan Masalah

Hubungan antara keterbukaan komunikasi, pemecahan konflik, kinerja koordinator KIA dengan kepuasan kerja Bidan di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat

IMRON, Lalu Muhammad, dr. Kristiani, SU

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar Belakang. Propinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu propinsi yang mempunyi angka kematian bayi dan ibu melahirkan paling tinggi di Indonesia, meskipun berbagai upaya telah dilakukan, namun upaya tersebut belum bisa menurunkan angka kematian bayi dan ibu secara signifikan. Ada berbagai indikator yang menunjukkan adanya masalah dalam kinerja koordinator KIA dan kepuasan kerja bidan. Kinerja koordinator KIA berkaitan dengan tata cara koordinator dalam memecahkan konflik pekerjaan dan dalam keterbukaan komunikasi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keterbukaan komunikasi, pemecahan konflik, dan kinerja koodinator KIA terhadap kepuasan kerja bidan. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional dengan metode kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dengan cara mengisi angket yang telah diadaptasi dan diterjemahkan dari Warr, et al., (1979) dan Miles & Mangold (2002). Subyek penelitian ini adalah 216 bidan puskesmas di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Sampling. Hasil Penelitian. Terdapat hubungan yang signifikan antara keterbukaan dalam komukasi, pemecahan konlfik terhadap kepuasan kerja bidan dengan kinerja koordinator KIA sebagai variabel mediator dengan r = 0.484, R2 = 0.261 atau sumbangan efektif 26.1%, dan p = 0.024. sedangkan berdasarkan analisis korelasi product moment terdapat hubungan yang sangat signifikan antara keterbukaan komunikasi, pemecahan konflik, dan kinerja koordinator KIA terhadap kepuasan kerja bidan dengan r = 0.331, 0.332, dan 0.480 dengan p = 0.000 < p = 0.050. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara keterbukaan dalam komunikasi, pemecahan konflik terhadap kepuasan kerja bidan dengan kinerja koordinator KIA sebagai variabel mediator.

Background. West Nusa Tenggara province is one of provinces in Indonesia which the highest maternal and infant mortality rate in Indonesia. Although efforts have been carried out to solve the probelm, yet the efforts are still not able to significantly reduce the mortality rate in the area. The are indicators which reveal problem in the performance of MCH (Mother and Child Health) program coordinator which relates to midiwives’ work satisfaction. The performance of MCH program coordinator is related to the manners performed by the coordinator in doing conflict resolutions in the work place and in communication tranparency. Objective. The objective of this research was to analyze the relations of communication transparency, conflict resolution, and MCH program coordinator’s performance, towards midwives’ work satisfaction. Method. This study was an analytical research, which cross sectional design, using quantitative method. Quantitative data were obtained by using questionnaires of Warr, et al., (1979) and Milles & Mangold (2002). The research subjects were 216 health center’s midwives’ in the District of West Lombok, Central Lombok, and East Lombok, West Nusa Tenggara Province. The samples were choosen by uisng proportional sampling method. Result. There were significant correlation between communication transparency and conflict resolution towards midwives’ work satisfaction, with MCH program coordniator’s performance, as mediator variable, with strenght of relation (r) = 0.484, effective contribuiton (R2) = 0.261 or 26.1%, and p = 0.024. Meanwhile, based on product moment correlation test, there where significant correlations between communcation transparency, conflict resolution, and MCH program coordniator’s performance towards midwives’ work satisfaction, with strenght of relations (r) = 0.331, 0.332, and 0.480, with p < 0.050 Conclussion. There were correlations between communcation transparency, conflict resolution, towards midwives’ work satisfaction, with MCH program coordniator’s performance as mediator variable.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Kinerja Koordinator KIA,Kepuasan Kerja Bidan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.