Laporkan Masalah

Insentif dan kepuasan kerja karyawan Dinas Kesehatan Propinsi Papua

DWAA, Salmon, dr. Kristiani, SU

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar belakang: Disiplin adalah sikap mental yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku perorangan, kelompok atau masyarakat berupa kepatuhan atau ketaatan (obidence) terhadap peraturan-peraturan yang ditetapkan. Yang terjadi di Dinas Kesehatan Propinsi Papua, adalah ketidakpatuhan jam kerja dan kemangkiran. Ada indikasi bahwa kurangnya disiplin karyawan Dinas Kesehatan Propinsi Papua ada kaitannya dengan ketidakpuasan terhadap perolehan insentif. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui gambaran insentif dan kepuasan kerja karyawan Dinas Kesehatan Propinsi Papua. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif analitik dengan rancangan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Instrumen penelitian berupa angket, pedoman wawancara mendalam dan checklist untuk periksa dokumen. Analisis data sekunder dengan pemeriksaan dokumen sedangkan data primer dengan menganalisis hasil angket kemudian hasilnya diinterpretasikan sesuai tujuan penelitian dan melihat hubungan dengan teknik analisis statistik uji korelasi Product Moment Pearson. Lokasi penelitian di Jayapura dan subyek penelitiannya karyawan Dinas Kesehatan Propinsi Papua sebanyak 123 orang. Hasil penelitian: Ada hubungan yang bermakna dan positif sedang antara pemberian innsetif material dalam bentuk uang dengan kepuasan kerja karyawan. Dari hasil uji statistik menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson adalah R=0,414 dengan probabilitas 0,000. Angka korelasi sebesar 41,4 % adalah signifikan karena probabilitas < 0,05. Hal ini berarti semakin tinggi pemberian insentif material dalam bentuk uang semakin tinggi kepuasan kerja karyawan. Dari hasil uji statistik terlihat bahwa R=0,341 dengan probabilitas senesar 0,000. angka korelasi sebesar 34,1% adalah siknifikan karena probabilitas < 0,05 hal ini berarti semakin tinggi pemberian insentif dalam bentuk jaminan sosial maka semakin tinggi kepuasan kerja karyawan Dinas Kesehatan Propinsi Papua. Kesimpulan: Secara umum Karyawan Dinas Kesehatan Propinsi Papua yang kepuasan kerjanya tinggi (0,8 %)kepuasan kerja cukup (sedang) 86,2 %, dan kepuasan kerja rendah (13%). Keluhan negatif karyawan terhadap pemberian insentif dalam bentuk uang adalah jumlah insentif yang diterima terlalu kecil dan sering terlambat. Sedangkan yang diberikan dalam bentuk jaminan sosial adalah masalah karir individu dan fasilitas yang diberikan kantor.

Background. Dicipline is e mental attitude which reflects in individual, group, or society behaviors in their respect and obedience towards the estabillished rules end regulations. The problems found in Papua Provincial Health office are disobedience towards working hours and staff absence. There is en indication towards their incentive gains. Ojective. The objective research was to figure out the corelation between incentive end the job satifaction of Papua Provincial Health Offce staff. Methods. This research was an analytical research was conducted in Jayapura with Papua Provincial Health Office Staff as the research subjects. The research instruments were quesioneres, in-depth interview guide, and document checklist. Secondary data were analyzed statistically by using Pearson Product Moment Corelation test. Result. There was signifikan correlation between financial (money) incentive and job satisfaction (p<0,05) with moderate relation (r = 0,414). There was also significant correlation between social assurance incentive and job satifaction (p =0,05) with weak relation ( r = 0,341). Ingeneral thre was 0,8% off the staff had high job satisfaction, 86,2 % had moderate job satisfaction, and 13 % had low job satisfaction. The complaints on financial incentive were related to the little amount and late distribution of the incentive were about the disgarded individual carres and the inadequate facilities given by the office. Conclusion. Statically, there were significant correlations between both financial and social assurance incetives with job satisfaction, nevertheless practilly those relations were insignificantly correlated.

Kata Kunci : Manajemen Kesehatan,Dinas Kesehatan,Insentif dan Kepuasan Kerja, Material incentive, job satisfaction


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.