Laporkan Masalah

Waktu tunggu di Instalasi Rawat Jalan RSUD Prof.Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo

BUHANG, Sitti Aisa Sabriana, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar Belakang: Manajemen mutu bila dikaitkan dengan aspek lamanya waktu tunggu pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan salah satu hal penting dan sangat menentukan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh suatu unit pelayanan kesehatan seperti di RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo. Dengan mengabaikan lama waktu tunggu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan berarti secara totalitas kualitas pelayanan rumahsakit dianggap tidak profesional oleh masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana waktu tunggu di Rumahsakit Umum Aloei Saboe, perbedaan waktu tunggu antara pasien dengan cara bayar yang berbeda dan perbedaan waktu tunggu antar poliklinik Metode: Penelitian ini merupakan studi cross-sectional yang mengambil 150 pasien yang datang ke poliklinik rawat jalan bagian anak, bedah, penyakit dalam serta kebidanan dan kandungan Rumahsakit Aloei Saboe Juli 2006. Hasil: Waktu tunggu di ruang rawat jalan Rumahsakit Aloei Saboe masih lama. Persoalan ini dianggap sesuatu yang wajar karena keterbatasan sumbersumber di rumahsakit pemerintah. Tidak terdapat perbedaan yang mencolok dalam lama waktu tunggu menurut pasien dengan cara pembayaran Askes, Askeskin dan tunai. Meskipun demikian, yang paling lama menununggu adalah pada kelomok askeskin. Waktu tunggu bervariasi menurut jenis poliklinik. Waktu tunggu yang paling lama terdapat di bagian poliklinik penyakit dalam dan yang tercepat adalah di bagian penyakit anak. Kesimpulan dan Saran Meskipun dirasakan sebagai keterbatasan yang dimaklumi, waktu tunggu pasien untuk mendapat pelayanan kesehatan yang lama mencerminkan kelemahan dalam aspek pengelolaan pelayanan pelanggan. Perbaikan dalam pengaturan jadwal jaga dokter di antara fungsi rawat inap dan rawat jalan dan perbaikan kenyamanan di ruang tunggu seharusnya menjadi perhatian manajemen rumahsakit.

Background. Related to quality management, aspect of duration of waiting time of patient in getting health service is one of importance and very determining of health service quality which given by a health service unit as in Aloei Saboe district hospital of Gorontalo city. Neglectfully of duration of waiting time to obtaining health service mean the way of totality of hospital service assumed is not professional by society. Objective. To know the difference of waiting time between patient variously payment and type of polyclinic in Aloei Saboe district hospital of Gorontalo city. Method. This is case study employ a survey of 150 patients atteding four outpatient clinics, internal medicine, surgery, obstetric and gynology, and pediatrics departements. The data was collected in July 2006. Findings. Although vary by its department, most patients at ambulatory care units consider the waiting time from arriving at the hospital and getting medical services is long. This long waiting time is conceived as unavoidable due to the limited government human resources. Patients in the internal medicine department wait longest compared to others. While patients itn the pediatrict department wait the shortest. There is no meaningful differences in waiting time by patient payment categories. Patients who pay service out of pocket wait almost the same long with those with insurance. However, the longest waiting time occur among patients with poverty-related health insurance. Conclusion and Recommendation. Long waiting time is regarded as normal practice as the consequence of limited availability of medical staff in the government hospital. Although outpatient clinics open regularly from ten in the morning, opening hour could consider patient arrival. Besides, there is a need to rearrange physician inpatients and outpatient schedule. During office hour, physicians should prioritize working in outpatient clinics rather than in inpatient wards.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Rumah Sakit,Waktu Tunggu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.