Laporkan Masalah

Ketaatan minum obat pada penderita TB Paru dengan metode Cara Belajar Ibu Aktif (CBIA) di Kota Yogyakarta

SUSANTINI, Avy, Dra. Sumarsih, SU

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen dan Kebija

Latar Belakang. Penyakit TB Paru adalah penyakit infeksi kronis yang merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit saluran pernafasan. Indonesia menempati ranking ketiga terbanyak penderita TB di dunia. Adanya kegagalan pengobatan atau drop out dan relaps atau kambuh disebabkan antara lain karena ketidaktaatan dalam minum obat anti tuberkulosis (OAT). Upaya ketaatan minum OAT demi meningkatnya angka kesembuhan penderita TB Paru dengan jalan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku minum OAT dengan menggunakan intervensi pendidikan dengan metode CBIA yang telah terbukti efektif dibandingkan dengan seminar. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah intervensi pendidikan dengan metode Cara Belajar Ibu Aktif (CBIA) dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku penderita TB Paru dalam upaya peningkatan ketaatan minum OAT di kota Yogyakarta. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dengan kelompok kontrol. Subyek penelitian adalah penderita TB Paru dewasa baru, berdomisili dan berobat di puskesmas kota Yogyakarta pada periode September-November 2005. Subyek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan yang diberi intervensi pendidikan dengan metode CBIA dan kelompok kontrol. Pada penelitian ini dilakukan wawancara mendalam pada subyek yang tidak taat. Analisis penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian intervensi pendidikan dengan metode CBIA dapat meningkatkan pengetahuan tentang minum obat tuberkulosis secara bermakna. Sikap obyek penelitian terhadap ketaatan minum obat tuberkulosis meningkat secara bermakna. Perilaku minum obat tuberkulosis obyek penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan tidak terjadi penurunan ketaatan minum obat dari awal pengobatan hingga akhir pengobatan. Pada kelompok kontrol ada kecenderungan menjadi dari taat menjadi tidak taat sebesar 12,5 %. Kesimpulan. Pelatihan dengan metode CBIA pada penderita TB Paru di kota Yogyakarta dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap ketaatan minum obat TB. Pelatihan dengan metode CBIA dapat mempengaruhi perilaku untuk tetap taat minum OAT hingga selesai pengobatan.

Background: Lung tuberculosis disease is a chronic infection disease which becomes the third greatest cause of death after heart and respiratory tract diseases. Indonesia has the third biggest number of TB patients in the world. Failure or drop out in medication and relapse are caused among others by incompliance to anti tuberculosis drug taking. improve knowledge and attitude against tuberculosis drug taking compliance. The effort to enhance anti tuberculosis drug taking compliance to increase the healing number of TB patients by increasing knowledge, attitude and anti tuberculosis drug taking compliance by using education intervention with CBIA methode which effectively proven than seminar. Objective: To find out whether educational intervention through active mother learning method could improve knowledge, attitude and behavior of lung tuberculosis patients in efforts to increase compliance to anti tuberculosis drug taking at Yogyakarta Municipality. Method: The study was quasi experimental method with control group. The subject of the study were new adult lung tuberculosis patients living and seeking medication at community health center of Yogyakarta Municipality during September–November 2005. The subject was divided into 2 groups, experiment group given educational intervention with active mother learning method and control group. During the study indepth interview was made to non compliant subject. Research analysis used Wilcoxon test. Result: The implementation of educational intervention with active mother learning method could significantly increase knowledge of tuberculosis drug taking.The attitude of research object against compliance to tuberculosis drug taking improved significantly . There was no decrease of drug taking compliance from initial to final medication among experiment group whereas among control group there was a tendency from becoming compliant to non compliant as much as 12.5%. Conclusion: Training on active mother learning method for lung tuberculosis patients at Yogyakarta Municipality could improve knowledge and attitude against tuberculosis drug taking compliance. It could as well affected behavior in being compliant to anti tuberculosis drug taking until end of medication.

Kata Kunci : TB Paru,Ketaatan Minum Obat,Metode CBIA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.