Pengaruh penyerahan dana dan pengelolaan asuransi kesehatan sepenuhnya kepada Puskesmas terhadap efisiensi pengadaan dan mutu pengadaan obat di Kabupaten Kulon Progo
VIPERIATI, Neti, Dr. Sri Suryawati
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen dan KebijaKesinambungan pembiayaan obat pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Kulon Progo sangat tergantung pada terbatasnya alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten. Anggaran yang terbatas menuntut efisiensi dalam pengelolaannya terutama dalam seleksi, pengadaan dan penggunaan obat. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berupa penyerahan dana Asuransi Kesehatan (Askes) termasuk biaya pengadaan obat sepenuhnya kepada Puskesmas mulai tahun 2002, mendorong adanya penelitian untuk mempelajari pengaruh kebijakan tersebut terhadap efisiensi pengadaan obat dan mutu penggunaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental, before and after. Indikator efisiensi pengadaan obat menggunakan penilaian kinerja pengadaan obat menurut Quick et al dan indikator mutu penggunaan obat menggunakan indikator pola peresepan WHO. Data dikumpulkan dari wawancara mendalam dan pengamatan dokumen pengelolaan obat tahun 2001 dan 2004 di Dinas Kesehatan dan di 12 Puskesmas. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penyerahan dana dan pengelolaan Askes sepenuhnya kepada Puskesmas terjadi penurunan pengadaan obat generik dari 100% menjadi 52%, pengadaan obat sesuai Daftar Obat Esensial Nasional Puskesmas dari 97% menjadi 31%, pengadaan obat melalui pemasok resmi dari 100% menjadi 61%, serta kenaikan harga pengadaan obat sebesar 30%. Pada indikator mutu penggunaan obat terjadi kenaikan resep dengan antibiotik dari 36% menjadi 41%, resep dengan injeksi dari 2% menjadi 3%, serta penurunan obat diresepkan sesuai Daftar Obat Esensial Nasional Puskesmas dari 98% menjadi 94%, yang bermakna secara statistik (p<0,05). Pengaruh tersebut berdampak pada kenaikan biaya obat tiap pasien dari dari Rp. 2.430 menjadi Rp. 3.323 atau naik 37% yang bermakna secara statistik (p<0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa penyerahan dana dan pengelolaan asuransi kesehatan sepenuhnya kepada Puskesmas menurunkan efisiensi pengadaan dan mutu penggunaan obat, serta menaikkan biaya obat tiap pasien.
Background: The drug supply sustainability for basic health service in the district of Kulon Progo is largely dependent upon the local government budget. The low allocation of funds clearly demands efficiency in their management in relation to the drug selection, procurement and use. The local government policy to transfer health insurance funds (Askes) to Public Health Center starting 2002 demands a research to study the influence of the policy upon the efficiency of the drug procurement and use. Methods: The research is quasi experimental before and after, adopting Quick et al.’s Good Pharmaceutical Procurement Practices as the efficiency indicators and refering to WHO’s prescribing indicators to reveal the quality drug use. Data were gathered from in-depth interviews and the study of sample document files of the year 2001 and 2004 from the District Health Office and 12 Public Health Centers. The data were analyzed using t-test. Result: The findings show that the policy to transfer health insurance funds to Public Health Centers has caused a decrease in generic drug supply from 100% to 52%, a decrease in the procurement of national essential drugs list from 97% to 52%, a decrease in drug procurement through official suppliers from 100% to 61%, and a 30% increase in the drug cost. The significant effects on the drug use are an increase in the use of antibiotics from 36% to 41%, an increase in the use of injections from 2% to 3%, and a decrease in the prescribed drugs according to national essential drugs list from 98% to 94% (p<0,05). These, in turn, bring a significant increase in the drug cost from Rp. 2,430 to Rp. 3,323 per patient or 37% (p<0,05). Conclusions: The findings suggest that the policy to transfer health insurance funds to Public Health Center decreases the efficiency level of drug procurement, quality of drug use and the cost for each patient.
Kata Kunci : Asuransi Kesehatan, Pengadaan Obat Askes, Mutu Penggunaan, cash funds, efficiency, drug procurement, drug use, health insurance, Public Health Center.