Pengaruh komunikasi interpersonal/konseling kehamilan dan persalinan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku pemilihan penolong persalinan di wilayah Puskesmas Cigondewah Kota Bandung
PURWANINGSIH, Dewi, dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed.,PhD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan PromosiLatar belakang: Angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia tertinggi di kawasan ASEAN. Di Indonesia setiap jam dua ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Kematian ibu sangat erat kaitannya dengan faktor penolong persalinan yang kurang terampil, diantaranya dilakukan oleh paraji. Cakupan persalinan oleh paraji di Indonesia sebesar 75%-80%. Pemberian komunikasi interpersonal dan konseling diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai kehamilan dan persalinan yang aman serta perilaku ibu dalam pemilihan penolong persalinan Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian komunikasi interpersonal dan konseling mengenai kehamilan dan persalinan aman dalam meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terampil. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan pre-test and post-test control group design. Subjek penelitian adalah ibu hamil trimester tiga berjumlah 30 orang yang diberi perlakuan komunikasi interpersonal/konseling mengenai kehamilan dan persalinan aman dan 31 orang tidak diberi komunikasi interpersonal/konseling.Tempat penelitian di wilayah Puskesmas Cigondewah Kota Bandung. Alat pengumpul data adalah kuesioner. Analisis statistik dengan t-test, Chi square dan Two-way Anova. Hasil penelitian: Analisis karakteristik dan komparabilitas responden yang meliputi pendidikan, jumlah kehamilan, alat transportasi, umur, riwayat penolong persalinan, dan jarak menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna. Hasil analisis menggunakan t-test pada pre-test dan post-test pengetahuan dan sikap, rata-rata pada kelompok perlakuan menunjukkan peningkatan yang bermakna (p=<0,05). Analisis rata-rata nilai selisih pengetahuan dan sikap menunjukkan peningkatan yang bermakna pada kedua kelompok. Dari uji two-way anova menunjukkan bahwa pendidikan dan umur tidak berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap. Pada pre-test dan post-test intensi perilaku kelompok perlakuan mengalami peningkatan, namun peningkatannya tidak bermakna (p=<0,05). Perilaku pencarian pertolongan persalinan kepada petugas kesehatan antara kelompok perlakuan dan kontrol tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Kesimpulan: Komunikasi interpersonal/konseling meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kehamilan dan persalinan aman. Perilaku pencarian pertolongan persalinan kepada petugas kesehatan pada kelompok perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna.
Background: Maternal mortality rate in Indonesia is the highest in ASEAN region. Two mothers die in every one hour in Indonesia due to complication of pregnancy and childbirth. Maternal mortality is closely related to factors of unskilled birth attendants. Coverage of childbirth assisted by traditional childbirth attendants in Indonesia is as much as 75%–80%. Interpersonal communication and counseling are expected to increase knowledge and attitude of pregnant mothers about safe motherhood and behavior of mothers in the choice of childbirth attendants. Objective: To find out effects of interpersonal communication and counseling on safe motherhood in increasing childbirth attendants by skilled health professional. Method: The study was quasi experimental with pre-test and post-test control group design. Subject of the study were as many as 30 pregnant mothers in their third trimester who were given interpersonal communication/counseling treatment on safe motherhood and 30 pregnant mothers who were not given such treatment. Location of the study was area of Cigondewah community health center at Bandung Municipality. Research instruments were questionnaires. Statistical analysis used were t-test, chi square and two-way anova. Result: Characteristic analysis and respondents' comparability consisting of education, number of pregnancies, means of transport, age, history of childbirth attendants, and distance showed that there was no significant difference. The result of t-test in pre-test and post-test on knowledge and attitude showed there was significant increase (p=<0.05) in experiment group. Analysis of average difference of knowledge and attitude showed that there was significant increase in both groups. Two-way anova test showed that education and age did not affect increase of knowledge and attitude. In pre-test and post-test, intention behavior of experiment group increased, although insignificantly (p=<0.05). Seeking behavior of childbirth attendants for health staff did not show significant difference between experiment and control group. Conclusion: Interpersonal communication/counseling increased knowledge and attitude about safe motherhood. Seeking behavior of childbirth attendants for health staff did not show significant.
Kata Kunci : Perilaku Sehat,Pertolongan Persalinan,Konseling Kehamilan, interpersonal communication, counseling, attitude, pregnancy, childbirth, safe motherhood