Laporkan Masalah

Partisipasi masyarakat dalam Pos Penanggulangan Malaria Desa (PPMD) sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan malaria di Kabupaten Kulon Progo

MURSIASTUTI, Anie, Prof.dr. Soesanto Tjokrosonto, M.Comm.H

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan Promosi

Latar Belakang. Partisipasi masyarakat dalam Pos Penangulangan Malaria Desa (PPMD) akan mempengaruhi keberlanjutan program tersebut sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan malaria. Partisipasi masyarakat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: pendidikan, pengetahuan, sikap, dan persepsi. Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai partisipasi masyarakat terhadap PPMD di Kabupaten Kulon Progo. Metode Penelitian. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan metode kuantitatif dilengkapi metode kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, 190 orang dipilih sebagai sampel dengan cara stratified sampling. Sedangkan sebagai responden wawancara mendalam adalah dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, tokoh masyarakat, kordinator PPMD, dan kepala keluarga. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan panduan wawancara mendalam. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan korelasi regresi, Anova, Independent Samples Test dan analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan masyarakat dengan partisipasi masyarakat dan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang cukup yaitu sebesar 60,5% tentang PPMD sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan malaria dan 64,7% responden mempunyai sikap yang baik terhadap PPMD. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap partisipasi dan sikap terhadap partisipasi (p<0,005). Tetapi untuk hubungan pengetahuan dengan partisipasi menunjukkan hubungan yang lemah (r=0,207) dan sikap dengan partisipasi menunjukkan hubungan yang lemah juga yaitu (r=0,439). Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,005) antara rata-rata partisipasi masyarakat yang berpersepsi positif dan berpersepsi negatif tentang kerjasama lintas sektor dalam PPMD, peran koordinator PPMD, dan tentang dukungan Dinas Kesehatan dalam PPMD. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa PPMD sangat bermanfaat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan malaria di Kabupaten Kulon Progo. Terdapat persepsi yang positif tentang dukungan Dinas Kesehatan dalam PPMD dan terdapat persepsi yang negatif tentang peran koordinator PPMD dan kerjasama lintas sektor dalam PPMD. Dari semua variabel, persepsi tentang kerjasama lintas sektor dalam PPMD menjadi faktor dominan (ß=0,430). Kesimpulan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam PPMD adalah tingkat pendidikan, sikap, pengetahuan, persepsi tentang peran koordinator PPMD, kerjasama lintas sektor, dan dukungan Dinas Kesehatan.

Background: Community participation in Local Malaria Prevention Post (PPMD) affects the sustainability of an effort to prevent and overcome malaria. The participation may be influenced by some factors such as education, knowledge, attitude and perception. Objective: The objective of the study was to get an overview of community participation in PPMD at District of Kulon Progo. Method: The study was analytical with cross sectional design using quantitative as well as qualitative method. In the quantitative method as many as 190 people were taken as samples using stratified sampling technique. Whereas in the qualitative method some informen from the Health Office, community health center, community leaders, coordinator of PPMD and heads of the family were interviewed indepth. Quantitative data were analyzed using regression correlation, anova, independent samples test and multivariable technique with logistic regression and qualitative data were analyzed descriptively. Result: There was relationship between level of education and community participation. As much as 60.5% of respondents had adequate knowledge about PPMD as an effort to prevent and overcome malaria and 64.7% of respondents had good attitude about PPMD. The result of statistical analysis showed there was significant relationship between knowledge and participation and between attitude and participation (p<0.05). However, the relationship between knowledge and participation was weak (r=0.207) and so was the relationship between attitude and participation (r=0.439). There was significant difference (p<0.005) in average participation of the community having positive perception and negative perception about cross sectoral cooperation in PPMD, role of PPMD coordinator and support of the Health Office to PPMD. The result of qualitative analysis showed that PPMD was invaluable in efforts to prevent and overcome malaria at District of Kulon Progo. There was positive perception about support of the Health Office in PPMD and negative perception about role of PPMD coordinator and cross sectoral cooperation in PPMD. Of all variables, perception about cross sectoral cooperation was the most dominant factor influencing the community participation in PPMD (ß=0,430). Conclusion: Related factors to community participation in PPMD were level of education, knowledge, attitude, perception about role of PPMD coordinator, cross sectoral cooperation and support of the Health Office in PPMD.

Kata Kunci : Perilaku Sehat,Pencegahan Malaria,Partisipasi Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.