Laporkan Masalah

Usaha penghentian kebiasaan merokok melalui pendekatan konseling kelompok pada mahasiswa Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara

SAYUTI, Dra. Yayi Suryo Prabandari, MSi.,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan Promosi

Latar Belakang: Jumlah perokok sampai saat ini terus meningkat, terutama jumlah perokok pada usia remaja. Petugas kesehatan diharapkan dapat menjadi role model serta menjadi promotor kesehatan dalam upaya penghentian kebiasaan merokok. Sebelum mengubah perilaku masyarakat untuk berhenti merokok, sebaiknya perilaku petugas kesehatan harus lebih dahulu diperhatikan. Pendekatan konseling kelompok dapat digunakan untuk mengubah perilaku merokok pada petugas kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pendekatan konseling kelompok dalam penghentian kebiasaan merokok pada mahasiswa kesehatan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experimental menggunakan jenis pre-test post-test control group design. Subjek kelompok intervensi adalah mahasiswa Akkes Pemkab Aceh Utara sebanyak 61 orang dan subjek kelompok kontrol adalah mahasiswa Akper Muhammadiyah Lhokseumawe sebanyak 31 orang. Penentuan subjek menggunakan populasi sumber, yaitu seluruh mahasiswa putra yang merokok dan mau ikut penelitian. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan, sikap dan keinginan berhenti merokok dan pedoman observasi terhadap partisipasi anggota dalam kegiatan konseling kelompok. Analisis statistik memakai pearson correlation dan paired t-tes dengan taraf signifikansi p=0,05. Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan partisipasi dalam aktifitas konseling kelompok. Tidak ada pengaruh konseling kelompok terhadap perubahan sikap dan keinginan berhenti merokok. Subjek kelompok intervensi yang berhenti merokok sebesar 29,7%, yang mampu mengurangi konsumsi rokok/hari adalah 8,1% dan tetap merokok sebanyak 62,2%. Sementara pada kelompok kontrol yang berhenti merokok sebanyak 3,2%, dapat mengurangi konsumsi rokok/hari sebesar 19,4% dan tetap merokok sebanyak 77,4%. Kesimpulan: Tingginya pengetahuan dapat meningkatkan partisipasi dalam aktivitas konseling kelompok. Keberhasilan konseling kelompok sangat bergantung kepada lamanya interaksi, banyaknya anggota yang hadir dalam kelompok dan dinamika yang terjadi.

Background: The smoking prevalence in Indonesia is increasing rapidly during the last decade, particularly among the young age group. While most works have been focused on smoking prevention, smoking cessation is not yet a priority. Health care providers should be the role model and agent of change in promoting smoking cessation in the community. They themselves should change their smoking behavior before they can provide smoking cessation service in the community. Group counseling approach is one amongst the methods to promote behavior changes. Objective: This study aimed to assess the effectiveness of group counseling approach in promoting smoking cessation. Method: This study was designed as a quasi experimental design with pre-test post-test control group design. A number of 61 students from North Aceh District Government’s Health Academic (Akkes Pemkab Aceh Utara) was recruited in the intervention group. The control group consisted of 31 students from Muhammadiyah Lhokseumawe Nursing Academy (Akper Muhammadiyah Lhokseumawe). The inclusion criteria were male student who smoked and agreed to participate in the study. Questionnaire assessing knowledge, attitude, and willingness to quit were used to collect data. Observation list was developed to identify member’s participation during the group counseling processes. Pearson correlation and paired t-test were used in the statistical analysis, and the level of significance was set at p<0.05. Result: There was a significance relationship between knowledge and participation in the activity of group counseling. Group counseling did not influence attitude changes and willingness to quit smoking. After the intervention, 29.7% of subjects in intervention group quit smoking, 8.1% decreased the number of daily consumption, and 62.2% remained smoking. The respective numbers in the control group were 3.2%, 19.4% and 72.4%. Conclusion: A better knowledge could improve the participation in group counseling. The success of group counseling is greatly depend on the length of interaction, the number of group’s member who attend in group and dynamics occurred.

Kata Kunci : Perilaku Sehat,Kebiasaan Merokok,Konseling, Group counseling, smoking behavior, smoking cessation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.