Laporkan Masalah

Pemeriksaan kehamilan pertama kali dan kejadian bayi berat lahir rendah di Indonesia :: Analisis SDKI 2002-2003

SITIYAROH, Nur, Prof.dr. M. Hakimi, SpOG(K).,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar Belakang: Pemeriksaan kehamilan mempunyai peranan penting dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya secara optimal. Oleh karena itu dalam memberikan pelayanan perawatan kehamilan lebih ditekankan pada pemeriksaan kehamilan yang bermanfaat. Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan sedini mungkin dapat lebih awal mengetahui dan mengatasi masalah kesehatan baik pada ibu atau bayinya, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan ataupun kematian ibu dan bayi termasuk berat badan lahir rendah (BBLR). Angka kejadian BBLR di Indonesia 6 persen pada tahun 2003, tetapi jika dilihat secara geografis sebenarnya masih tinggi yang berkisar antara 3 persen sampai 13 persen. Tujuan: Tujuan umum untuk mengetahui hubungan pemeriksaan kehamilan pertama kali dan kejadian BBLR. Metoda Penelitian: Jenis penelitian observasional dengan rancangan penelitian kohort retrospektif. Data yang digunakan adalah data sekunder SDKI 2002-2003. Sampel adalah 1202 wanita usia 15-49 tahun pernah kawin yang memeriksakan kehamilan yang pertama kali. Analisis uji chisquare, stratifikasi chi-square Mantel-Haenszel. General Linear Model dengan ”transformasi log” pada tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Ibu yang memeriksakan kehamilannya pada trimester kedua didapatkan nilai RR=1,81; IK 95 persen: 1,65-2,82, sedangkan pada ibu yang memeriksakan kehamilannya pada trimester ketiga dengan nilai RR = 2,89; IK 95 persen:1,36-6,17 memiliki risiko lebih besar dibandingkan dengan ibu yang memeriksakan kehamilan pertama kali pada trimester pertama. Karakteristik respoden yaitu pendidikan, usia, paritas ibu memberikan kontribusi terhadap kejadian BBLR. Kesimpulan: Ada hubungan antara pemeriksaan kehamilan pertama kali dengan kejadian BBLR.

Background: Antenatal care has an important role in efforts to improve maximum maternal and child health. Therefore in providing antenatal care, beneficial antenatal care is more emphasized. Early antenatal care visit may likely identify and overcome health problems both in mothers and their babies so that maternal and infant mortality rate including low birth weight may be reduced. Occurence of low birth weight in Indonesia was as much as 6% in 2003, but geographically the rate was relatively high, between 3% to 13%. Objective: The general objective of the study was to identify relationship between first antenatal care visit and occurence of low birth weight. Method: The study was observational with retrospective cohort design. Data used in the study were secondary data of Indonesian Health Demographic Survey 2002-2003. Samples consisted of as many as 1202 women aged 15- 49 years who got married and had their antenatal care for the first time. Data analysis used chi square test, chi square Mantel-Haenszel stratification and General Linear Model with “log transformation” at significance level p<0.05. Result: Mothers having their first antenatal care visit during second trimester showed RR=1.81; 95% CI: 1.65-2.82, whereas those having their first antenatal care visit during third trimester with RR=2.89; 95% CI: 1.36-6.17 had greater risk than those having their first antenatal care visit during first semester. Respondents' characteristics such as education, age, and parity contributed to occurence of low birth weight. Conclusion: There was relationship between first antenatal care visit and occurence of low birth weight.

Kata Kunci : Bayi Berat Lahir Rendah,Pemeriksaan Kehamilan, first antenatal care visit, low birth weight


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.