Laporkan Masalah

Hubungan berat lahir rendah dengan perkembangan anak usia 13-35 bulan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

MANDALA, Yenny, Prof.dr. Djauhar Ismail, MPH.,SpAK.,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar Belakang: Di dunia ini, sekitar 17 juta bayi dilahirkan setiap tahun dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram dengan proporsi 16 persen terdapat di negara berkembang dan hampir 80 persen dari bayi tersebut dilahirkan di Asia dengan persentase kejadian terbesar terdapat di Bangladesh. Sedangkan di Indonesia data survey demografi keluarga tahun 2002 – 2003 menunjukkan bahwa prevalensi bayi berat badan lahir rendah adalah 6 persen, sementara itu prevalensi BBLR di Yogjakarta 7 persen dari tolal kelahiran. Seiring dengan pesatnya kemajuan perawatan perinatal selama dua dekade ini, angka harapan hidup bayi berat lahir rendah menunjukan peningkatan yang bemakna, disisi lain kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akibat jangka panjang karena bayi – bayi ini mengalami masalah di kemudian hari. Menginggat masih cukup tingginya prevalensi dari bayi berat lahir rendah di Indonesia maka diperlukan usaha yang cukup untuk menjaring anak – anak yang mengalami gangguan perkembangan. Adapun salah satu cara untuk mendeteksi keterlambatan perkembangan anak adalah dengan instrumuen Denver II, yang meliputi 4 kategori uji yaitu: motorik halus, motorik kasar, personal sosial dan bahasa. Tujuan Umum: Mengetahui risiko bayi yang lahir dengan berat lahir rendah terhadap perkembangan anak usia 13 – 35 bulan. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cohort retrospektif, Subjek penelitian ini adalah usia 13 – 35 bulan yang lahi rdengan berat lahir rendah sebagai kelompok terpapar dan usia 13 – 35 bulan yang lahir dengan berat cukup sebagai kelompok tidak terpapar. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan random sampling. Jumlah sampel masing – masing 110 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji chi – square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik dengan menggunakan program R versi 2.11 dan Epi Info versi 3.2 dengan tingkat kemaknaan p< 0,05. Hasil: Analisis birariabel menunjukkan hubungan bermakna antara berat lahir rendah terhadap suspek perkembangan motorik halus (RR=145), motorik kasar(RR=2,29), sosial(RR=1,15), p< 0,05. Sementara untuk suspek perkembangan bahasa menunjukkan hubungan tidak bermakna p >5. Analisa multivariabel menunjukan adanya konsistensi hubungan antara berat lahir anak usia 13 – 35 bulan dengan perkembangan. Kesimpulan: Berat lahir rendah berhubungan dengan kejadian supek perkembanggan motorik halus, motorik kasar dan personal sosial. Sementara untuk suspek perkembangan bahasa tidak mempunyai hubungan yang bermakna

Background: In the world 17 million infants are born every year low birth weight with the proportion 16 percent in developing countries and almost 80 percent of the baby ware born in Asia. While in Indonesia according to families demography survey data of year 2002 - 2003 indicating that prevalence baby of low birth weight is 6 Percent, meanwhile prevalence of low birth weight in Jogjakarta 7 percent of total birth. Along with fastest progress of treatment perinatal during this two decades, life expeclandy infant low birth weight shown improvement, on the other side this condition generate effect of care because this infants experience of the problem later on day. Remember still enough of height prevalence from low birth weight infant in Indonesia so needed much effort for neting childes whose development delay. As for one of way of to detect the development delay of child by Denver II instrument, 4 sectors test that is; fine motor–adaptive , gross motor, personal–social and language. Objective : To know the risk of low birth weight to child development for age 13 - 35 month. Research Method: Research Type is observational with the device of cohort retrospective, subject research is child age 13–35 month were born low birth weight as a exposure group and child age 13–35 month ware born normal birth weight as unexposure group. determination of sample research by random sampling. Sample 110 people. Analyze the data with the analysis univariat with the frequency distribution, bivariat analyze with chi–square test and analyze the multivariat with logistic regression by using program of R version 2.11 and Epi Info version 3.2 with significant p< 0.05. Result: bivariat analyze showed relation between low birth weight versus suspect fine motor–adaptive development (RR=1.45), gross motor (RR=2.29), personal–social (RR=1.15), p< 0.05. Meanwhile for language not significant p>5. multivariat analyze shown consistency relation between low birth weight versus ; fine motor–adaptive and gross motor, personal–social. Conclusion: low birth weight have relationship suspect; fine motor–adaptive, gross motor, personal–social development.

Kata Kunci : Berat Lahir Rendah,Perkembangan Anak, Development, low birth weight, denver II


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.