Laporkan Masalah

Hubungan pola menyusui dengan diare pada bayi usia 0-24 bulan di RSUP Dr. Sardjito

ARIDAWARNI, Yulica, Prof.dr. Djauhar Ismail, MPH.,SpAK.,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar belakang: ASI merupakan makanan terbaik yang memenuhi standar tertinggi dengan kandungan gizi yang tepat dan aman, sehingga dapat memberikan perlindungan pada tubuh bayi. Dianjurkan pemberian ASI diteruskan sampai usia 24 bulan, sedangkan pemberian PASI dimulai setelah usia 6 bulan. Namun sebagian ibu-ibu memberikan PASI tanpa disertai ASI sampai usia 24 bulan. Ditemukan hasil yang berbeda dalam berbagai penelitian mengenai hubungan pola pemberian makanan dengan diare, yang membandingkan kelompok bayi yang tanpa diberikan ASI dan tetap diberikan ASI. Diare merupakan salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian balita, terutama di negara-negara berkembang. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pola pemberian makanan dengan diare pada bayi usia 0-24 bulan di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sardjito Yogyakarta. Metode penelitian: Penelitian menggunakan data sekunder dari Instalasi Rekam Medik Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sardjito Yogyakarta. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan unmatched case control study. Sampel adalah bayi berusia 0-24 bulan yang mengalami diare. Besar sampel sebanyak 213 kasus dan 213 kontrol. Analisis bivariabel menggunakan uji Chi Square dan analisis multivariabel menggunakan uji Regresi Logistik pada tingkat kemaknaan ρ<0,05. Hasil: Analisis bivariabel maupun multivariabel dengan 9 model Regresi Logistik, memperlihatkan hasil yang konsisten yaitu tidak ada perbedaan dan adanya hubungan tidak bermakna antara pola pemberian makanan dengan terjadinya diare pada bayi usia 0-24 bulan, dilihat dari nilai OR 0,82; CI 95% 0.55-1.21 (ρ-value 0,37). Tidak ditemukan perbedaan pada variabel pengganggu seperti jenis kelamin, umur bayi, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan kelas perawatan dalam analisis bivariabel. Namun dalam analisis multivariabel model 7 dan 9 ditemukan hubungan bermakna pada variabel pendidikan ibu dengan nilai OR 0,61; CI 0.40-0.91 (ρ-value 0,017) dan variabel sumber air minum memiliki nilai OR 1,9 (ρ-value 0,0075). Kesimpulan: Pola pemberian makanan (tanpa diberikan ASI dan tetap diberikan ASI) mempunyai hubungan tidak bermakna dengan terjadinya diare pada bayi berusia 0-24 bulan baik dalam analisis bivariabel maupun multivariabel, sedangkan pada variabel sumber air minum ditemukan bahwa bayi dengan sumber air minum dari sumur memiliki risiko lebih tinggi mengalami diare dibandingkan sumber air minum dari Perusahaan Air Minum (PAM).

Background: Breastfeeding is the best food of highest standard with appropriate and safe nutritional content, so that it can give physical protection to infants. The supply of breastfeeding to infants is suggested from birth to 24 months of age, whereas supply of substitute breast milk is given at 6 months of age. However, some mothers give substitute breastfeeding without breastfeeding to their babies until they are 24 months of age. Some studies show different result about the relationship between feeding pattern and diarrhea comparing groups of infants supplied with non-breastfeeding and those supplied with continued breastfeeding. Diarrhea is one of causes of high illness and mortality rate among children under five, particularly in developing countries. Objective: The objective of the study was to identify relationship between feeding pattern and diarrhea among infants age 0-24 months at Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. Method: The study used secondary data from Medical Records Installation of Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. It was quantitative with unmathced case control study design. Samples were infants age 0-24 months having diarrhea with as many as 213 cases and 213 controls. Bivariable analysis used Chi- Square and multivariable analysis used logistic regression test with significance level p<0.05. Result: The result of both bivariable and multivariable anlysis with 9 logistic regression models indicated consistency, i.e. there was no difference and no significant relationship between feeding pattern and occurence of diarrhea among infants of 0-24 months of age with OR 0.82; CI 95% 0.55-1.21 (p=0.37). There was no difference in confounding variables such as sex, age of infants, age of mothers, mother's education and job and class of care in bivariable analysis. However, in mutlivariable analysis the model of both 7 and 9 there was significant relationship between variable of mother's education with OR 0.61; CI 0.40-0.91 (p=0.017) and variable of drinking water source with OR 1.89 (p=0.0075). Conclusion: Feeding pattern (non-breastfeeding or continued breastfeeding) did not have significant relationship with occurence of diarrhea among infants age 0-24 months either in bivariable or multivariable analysis, whereas in variable of drinking water source it showed that infants given drinking water taken from a well had higher risk of having diarrhea than those given drinking water taken from drinking water company.

Kata Kunci : Pola Menyusui,Diare Bayi,Feeding pattern, diarrhea, infants


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.