Laporkan Masalah

Hubungan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan dengan pemilihan tempat bersalin :: Kajian menggunakan data project SM-PFA di Jawa Tengah dan Jawa Timur tahun 2002

SURATI, I Gusti Ayu, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, SpOG(K).,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar Belakang: Pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan perlu diketahui ibu hamil dan keluarga agar waspada terhadap ancaman yang bisa muncul pada ibu maupun janinnya. Salah satu upaya pemerintah adalah Project Safe Motherhood A Partnership and Family Approach di 5 kabupaten Jawa Tengah dan 5 kabupaten di Jawa Timur. Upaya yang dilakukan dengan memperbaiki pelayanan kesehatan ibu termasuk melestarikan dan memperkuat pelayanan sampai ditingkat desa sehingga ibu dapat memanfaatan tempat bersalin yang ada. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan dengan pemilihan tempat bersalin. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan Cross Sectional, dengan menggunakan data sekunder Proyek SM-PFA 2002- 2003. Sampel penelitian 1077 orang ibu yang melahirkan anak terakhir. Analisis data secara bertahap, yaitu analisis univariabel dengan distribusi frekuensi, analisis bivariabel dengan uji chisquare, analisis multivariabel dengan uji regresi logistik pada tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Pengetahuan tidak berhubungan dengan pemilihan tempat bersalin, yang berhubungan dengan pemilihan tempat bersalin, umur ibu lebih dari 35 tahun memilih bersalin di fasilitas kesehatan. Faktor yang hubungan dengan pemilihan tempat bersalin di rumah: multiparitas, pendidikan rendah, status sosial ekonomi rendah dan lokasi yang bertempat tinggal di desa. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan dengan pemilihan tempat bersalin. Umur ibu lebih dari 35 tahun, multiparitas, pendidikan rendah, status sosial ekonomi rendah dan lokasi tempat tinggal di desa berhubungan dengan pemilihan tempat bersalin.

Background: The knowledge of dangerous symptoms during pregnancy and delivery must be acknowledged by pregnant woman and their family in order to be aware of the risk that could develop on the mother and the baby. Safe Motherhood Project: A Partnership and Family Approach in five regencies in Central Java and five regencies in East Java was one program from the government to increase the maternal health service. Objectives: To find out the relationship between the knowledge of dangerous symptoms during pregnancy and delivery and the preference of birthplace. Methods: An analytic research using cross sectional design and secondary data from 2002-2003 SMPFA Project was done. The samples were 1077 mothers who gave birth to a last child. The steps of the data analysis were univariate analysis using frequency distribution, bivariate analysis using chi square test, multivariate analysis using logistic regression test at a significance level of 0.05. Results: The knowledge of dangerous symptoms did not have correlation with the birthplace preference, while factors correlated with birthplace preference were maternal age over 35 years. Factors that had correlation with home delivery preference were multi parity, low educational background, low socioeconomic status, and rural area residences. Conclusions: There were no significant relationship between the knowledge of dangerous symptoms in pregnancy and delivery with the birthplace preference. Maternal age, multiparity, low educational background, low socioeconomic status and rural area residency had significant correlation with the birthplace preference

Kata Kunci : Persalinan, Pemilihan Tempat, Pengetahuan Ibu Hamil, knowledge of dangerous symptoms in pregnancy, birthplace.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.