Laporkan Masalah

Hubungan waktu kelahiran dengan kematian neonatal dini di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

SRIASIH, Ni Gusti Kompiang, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, SpOG(K).,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar Belakang: Di seluruh dunia diperkirakan 4 juta bayi meninggal tiap tahun, dan dari seluruh kematian tersebut sebanyak 98 persen terjadi di negara berkembang, 66 persen terjadi pada masa neonatal dini , dan 25- 45 persen terjadi pada 24 jam pertama setelah bayi lahir. Di Indonesia setiap 7,5 menit meninggal 1 neonatal dini. Hasil penelitian di beberapa tempat menunjukkan tidak konsisten antara waktu kelahiran dengan kematian neonatal dini. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara waktu kelahiran dengan kematian neonatal dini di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan kasus kontrol. Sampel adalah semua bayi lahir hidup di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta, kemudian mati pada periode neonatal dini . Besar sampel penelitian 185 kasus dan 185 kontrol. Variabel bebas yang diteliti adalah waktu kelahiran meliputi malam dan siang hari. Variabel terikat yang diteliti adalah kematian neonatal dini, sedangkan variabel luar meliputi asfiksia, preterm, berat lahir rendah, kelainan kongenital, infeksi, dan persalinan tindakan. Variabel confounding yaitu induksi persalinan. Analisis data kuantitatif menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Analisis bivariabel maupun multivariabel dengan 6 model regresi logistik, terlihat hasil yang konsisten yaitu ada hubungan yang bermakna antara waktu kelahiran dengan kematian neonatal dini, yang mana kematian neonatal dini lebih banyak terjadi pada waktu kelahiran malam hari dibandingkan dengan siang hari OR=2,39;IK95% =1,47-3,38;p<0,001. Variabel lain yang mempunyai hubungan bermakna dengan kematian neonatal dini adalah asfiksia (OR=4,12;IK 95% =2,32-7,10; p<0,001), BBLR atau preterm (OR=7,01;IK95%=3,79-12,96; p<0,001), infeksi (OR=3,56; IK95%=1,93-6,57; p<0,001), kelainan kongenital (OR=3,76; IK95% = 1,86-7,64; p<0,001), dan persalinan tindakan (OR=4,07;IK95%=2,26-7,32;p<0,001). Induksi persalinan sebagai faktor confounding. Kesimpulan: Kematian neonatal dini lebih banyak terjadi pada waktu kelahiran malam hari dibandingkan dengan siang hari di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta. Tujuh faktor yang berpengaruh terhadap kematian neonatal dini adalah waktu kelahiran, asfiksia, preterm, bayi berat lahir rendah, kelainan kongenital, infeksi, dan persalinan tindakan. Induksi persalinan sebagai faktor confounding.

Background: About four millions babies die every years. Ninety eight % death occured in developing-countries. Of the 98%, 66% occur early in neonatal period, and of the 66%, 25-45 % occur at the first 24 hours since birth. There is 1 early neonatal death every 7,5 minutes in Indonesia. Research from other countries did not show a consistency of relationship between time of birth and early neonatal death. Objective: This study aimed to find out the relationship between the time of birth and early neonatal death in Sardjito Hospital Yogyakarta. Method: This study used medical record data at Sardjito Hospital during 2001-2005. The research design was control case. The samples were babies who had early neonatal period or babies born to 6 days. There were 185 babies as cases and 185 as control. Chi-square test and logistic regression were performed to analyze quantitative data. Result: Analysis of bivariable and multivariable with 6 logistic regression models showed consistent result. There was a significant relationship between time of birth and early neonatal death (OR=2,39; 95% CI=1,47-3,38; p<0,001). Other variables which also had significant relationship with time of birth and early neonatal death were asfiksia (OR=4,12;95% CI=2,32-7,10; p<0,001), low birth weight or preterm (OR = 7,01; 95%CI = 3,79-12,96; p<0,001), infection (OR=3,56; 95%CI=1,93-6,57; p<0,001), congenital malformations (OR=3,76; 95%CI=1,86-7,64; p<0,001), and operative delivery (OR=4,07; 95%CI =2,26-7,32; p<0,001). Induction of labour was a confounding factor. Conclusion: Early neonatal death occured more at night than in the day at Sardjito Hospital Yogyakarta. Seven factors influencing early neonatal death were time of birth, asfiksia, prete rm, low birth weight, infection, congenital malformations, and operative delivery. Induction of labour was a confounding factor.

Kata Kunci : Kematian Neonatal,Waktu Kelahiran,time of birth, early neonatal death


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.