Laporkan Masalah

Hubungan kehamilan yang tidak dikehendaki dengan aborsi pada perempuan muda (Remaja) menikah dan tidak menikah di Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur

AWANG, Mariana Ngundju, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, SpOG(K).,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar Belakang Masalah; Hubungan seksual sebelum menikah sangat berisiko tinggi terjadinya kehamilan yang tidak dikehendaki (KTD) terutama pada remaja usia 15-19 tahun sebanyak 50,9 persen dan 71 persen berstatus tidak menikah. Konsekuensi dari KTD adalah meneruskan kehamilan dan menikah, meneruskan kehamilan tanpa ikatan pernikahan dan aborsi. Keputusan remaja yang mengalami KTD untuk aborsi atau meneruskan kehamilan tergantung pada status pernikahan, umur, pendidikan, peran pasangan dan orang tua. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara KTD pada perempuan muda (remaja) menikah dan tidak menikah dengan aborsi dan faktor-faktor yang mempengaruhi remaja dalam pengambilan keputusan. Cara Penelitian; Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional yang mengkaji hubungan antara aborsi dengan KTD pada perempuan muda (remaja) menikah dan tidak menikah pada waktu yang bersamaan.Instrument yang digunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Populasinya semua remaja hamil yang tidak menikah dan menikah di Kupang. Subyek penelitian adalah semua remaja yang mengalami KTD umur 14- 21 tahun menikah dan tidak menikah di RSU, Puskesmas Oebobo dan Praktek Bidan di Kota Kupang. Hasil penelitian: Remaja KTD yang melakukan aborsi 59 atau 67,0 persen dari 88 dan 48 atau 75,0 persen dari yang aborsi berstatus tidak menikah. Hasil analisis bivariat, status pernikahan, umur, peran pasangan dan orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap aborsi dengan p<0,05, akan tetapi pada analisis multivariat hanya status pernikahan yang mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap aborsi dengan p=0,004, OR=6,15; 95%CI=1,77

Background: premarital sexual intercourse caused high risk of unwanted pregnancy issues especially in adolescences aged 15 to 19 amount 50,9 percent and 71 percent were unmarried. The consequences of unwanted pregnancy are decided pregnant respondents such as continued the pregnancy and got married, unmarried or single mother and to go through abortion.The decision of abortion depended on several factors such as marital status, age, educational background, parental and spouses’ roles. Aims: to fi nd out the relationship between unwanted pregnancy and abortion of married and unmarried adolescences and factors influencing the adolescences in the decision-making. Methods: Analytical observational research was employed using cross sectional design to examine the relationship between unwanted pregnancy and abortion. The instruments used were questionnaires and in-depth interviews. The population were unmarried and married adolescences in Kupang. The subjects were adolescences aged 14 to 21 experiencing unwanted pregnancy whose data was obtained from Prof. Dr. W. Z. Yohannes public hospital, Oebobo public health center and midwife's practices in Kupang. Result: Out of 88 adolescences experiencing unwanted pregnancy, 59 or 67,0 percent had undergone abortion where 48 or 75,0 percent were unmarried. Bivariable analysis showed that age, marital status, parental and spouses’ roles had significant influences toward abortion (p<0,05) whereas multivariable analysis showed that only marital status had a significant influence towards abortion p=0,004, OR=6,15; 95%CI=1,77

Kata Kunci : Aborsi,Status Pernikahan,Remaja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.