Hubungan dukungan tempat bekerja dengan pemberian ASI eksklusif di Kota Kendari Propinsi Sulawesi Tenggara
ASI, Melania, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, SpOG(K).,PhD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-KeLatar belakang: Secara umum telah terjadi pergeseran peran ibu, dari rumah tangga ke dunia kerja. Peningkatan keterlibatan wanita dalam dunia kerja seringkali mengganggu peran ibu, terutama menyusui. Pemberian ASI pada anak, khususnya ASI eksklusif dalam banyak penelitian terbukti bermanfaat sangat besar tidak hanya bagi anak (imunitas, kecerdasan dll), tetapi juga manfaat kesehatan bagi ibu dan manfaat ekonomi bagi keluarga. Dari berbagai penelitian, status ibu bekerja merupakan penghambat dari pemberian ASI eksklusif. Berbagai kebijakan yang ada misalnya cuti melahirkan tidak memberikan waktu yang cukup bagi ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif. Akan tetapi hambatan tersebut sebenarnya dapat dikurangi dengan tempat kerja sayang bayi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan tempat bekerja dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di instansi kota Kendari Propinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian: Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi potong lintang (cross sectional) dan dikombinasikan dengan penelitian kualitatif. Populasi adalah ibu yang bekerja di instansi kota Kendari yang memiliki anak berusia 5 bulan hingga 2 tahun. Analisis data dengan menggunakan uji chi-square, perhitungan OR dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis bivariabel menunjukkan bahwa ibu yang pulang ke rumah memiliki kemungkinan memberikan ASI eksklusif 4,42 kali (CI 95%: 2,1-8,3) dibanding ibu yang tidak pulang ke rumah. Analisis multivariat juga menunjukkan hasil yang signifikan untuk variabel pulang ke rumah dengan menyertakan variabel durasi cuti, yaitu nilai OR= 5,11(CI 95%: 2,46-10,65). Kesimpulan: Ibu yang dapat pulang ke rumah untuk menyusui memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memberikan ASI eksklusif dibanding ibu yang tidak dapat pulang ke rumah.
Background: In general there has been a shift of mother's role, from household to productive work. Increase of women participation at work often distorts mother's role, particularly in breastfeeding. Whereas exclusive breastfeeding in many studies has indicated very substantial benefits not only for the babies (immunity, intelligence, etc) but also for mother's health and economy in the family. Some studies imply that status as working mothers hampers exclusive breastfeeding. However this may be minimized if the work place is conducive to breastfeeding. Objective: To find out relationship between support of work place and exclusive breastfeeding among working mothers at Kendari Municipality, Province of Sulawesi Tenggara. Method: The study was quantitative design which is combine with qualitative and use cross sectional study data collection technique. Population consisted of working mothers at municipal institutions of Kendari having babies aged 5 months to 2 years old. Data analysis used chi-square, OR calculation and logistic regression. Result: The result of bivariable analysis showed that mother who could leave office during working hours more likely exclusive breastfeeding with OR=4.42 (CI 95%:2.1 – 8.3) than those who could not. Multivariable analysis also indicated significant result for variable of office leave for home during working hours by including variable of leave duration, i.e. OR=5.11 (CI 95%:2.46-10.65). Conclusion: Mothers who could leave office for home during working hours to breastfeed had greater probability to exclusive breastfeeding than those who could not.
Kata Kunci : ASI Eksklusif,Tempat Kerja, exclusive breastfeeding, working mothers.