Laporkan Masalah

Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit paru obstruktif kronik di Kabupaten Magelang

YULIANTO, dr. Yusrizal Djam'an Saleh, SpP

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Lapanga

Latar Belakang : Kecenderungan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) terus meningkat dan sudah menjadi ancaman baru sebagai penyebab kematian. Rokok, pencemaran udara dan riwayat keluarga merupakan faktor risiko penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PPOK di Kabupaten Magelang, yang hasilnya diharapkan bermanfaat dalam upaya promotif dan preventif. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan kasus kontrol. Kasus berjumlah 129 orang yang diambil dari penderita PPOK di Poliklinik Paru Rumah Sakit Tentara Dr Soedjono Magelang dan Satuan Kerja Khusus Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Paru (SKKP4/ BP4) Magelang. Kontrol dengan jumlah yang sama ditentukan dengan pencocokan individu jenis kelamin, umur dan tempat tinggal. Untuk menelusuri riwayat pemajanan faktor risiko digunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat kondisional logistik. Hasil : Variabel yang secara bivariat berhubungan dengan kejadian PPOK adalah riwayat keluarga (OR : 3,91), perokok aktif/ bekas perokok (OR : 4,91), perokok pasif (OR : 7,34), menggunakan racun serangga bakar > 5 tahun (OR : 5,19) dan pemajanan polutan tempat kerja (OR : 6,57). Variabel yang masuk ke dalam model multivariat adalah riwayat keluarga, perokok aktif/ bekas perokok dan perokok pasif. Kesimpulan : Riwayat keluarga, Perokok aktif/ bekas perokok aktif dan perokok pasif merupakan faktor risiko kejadian PPOK di Kabupaten Magelang.

Background : Trend of chronic obstructive pulmonary diseases (COPD) have been increased and become new threatening as death reason. Cigarettes, air pollution, and family history are the significant factors. This research objectives are to knowing the factors related to COPD incident in Magelang District, which in its result can used in promotion and preventive means. Methods : This research used case control design. The cases as 129 persons collected from COPD patient in Lung Policlinic of Army Hospital Dr. Soedjono Magelang, and Special Work Unit of Preventing and Lung diseases Medicating (BP4) Magelang. The control with the same quantity defined by individual matching of sex, ages and residences. To tracking history of risk factor used structured questionnaires. Data analyzed by univariate, bivariate, and multivariate. Result : In bivariate analysis, variables that related to COPD were family history (OR : 3.91), active smokers/ smokers former (OR : 4.91), passive smoker (OR : 7.34), insecticide using > 5 years (OR : 5.19) and work pollutant exposure (OR : 6.57). Variable included into multivariate model were family history, active smokers/ smokers former and passive smokers. Conclusions : Family history, active smokers/ smokers former and passive smokers were COPD risk factors in Magelang District.

Kata Kunci : Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Risiko Kejadian, COPD, risk factors, smokers, pollution.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.