Faktor risiko Pneumonia pada balita di Kabupaten Magelang tahun 2005
SALAM, Asrun, dr. A. Roni Naning, SpAK.ScD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Lapanga
Latar belakang. Pneumonia masi merupakan masalah utama di Kabupaten Magelang. Dalam tiga tahun terakhir ISPA menduduki urutan paling atas pada pola penyakit penderita rawat jalan di Puskesmas khususnya pneumonia berat. Data rumah sakit umum Muntilan Kabupaten Magelang penyakit pneumonia menempati urutan pertama penyakit dari 10 besar penyakit, dan salah satu penyebab kematian pada balita. Banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan insidensi pneumonia pada anak balita.
Cara Penelitian. Penelitian bertujuan mengetahui faktor risiko yang berperan terhadap kejadaian pneumonia pada anak balita. Faktor risiko yang ditelti meliputi:konstruksi rumah, kelembaban, ventilasi, kepadatan hunian, keluarga merokok, paparan asap dapur, bahan bakar dapur, letak dapur, tingkat pendidikan ibu, status gizi, status imunisasi, status suplementasi vitamin A, status ASI, berat badan lahir, kejadian pneumonia berulang, riwayat wheezing. Jumlah sampel 222, yang terdiri dari 74 kasus dan 148 kontrol. Kasus diambil dari penderita rawat jalan atau rawat inap di 13 wilayah Puskesmas. Kontrol diambil dari tetangga kasus.
Hasil. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, terdapat 3 variabel yang bermakna yaitu: kelembaban rumah dengan OR=12,25 (95%CI=4,81 Background. Pneumonia is still a main problem in the District of Magelang, In the last three years, upper respiratory tract infection (URTI) is in highest rank of disease of outpatient in health centre, especially severe pneumonia. Data from Muntilan health centre in Magelang District, pneumonia is in first rank of ten great diseases, and one of causes of child death. Many risk factors increase pneumonia incidence in under-five-year child
Method. This research was aimed to study risk factor playing role in pneumonia incidence in under-five-year child. Risk factors studied included: house construction, humidity, ventilation, occupation density, smoking family, kitchen fume exposure, kitchen fuel, kitchen location, mother education level, nutrition status, immunization status, vitamin A supplementation status, breast milk status, birth weight, recurrent pneumonia incidence, and wheezing history. Total sample is 222; consisting of 74 cases and 148 controls. Cases are taken from outpatient and inpatient in 13 health centre areas. Control are taken from case neighbour.
Result. This research indicated that there are 3 significant variables: house humidity (OR=12.25, 95%CI=4.81
Kata Kunci : Pneumonia,Epidemiology Penyakit,Balita, pneumonia risk factor, under-five-year child.