Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi hepatitis B 0-7 hari di Kabupaten Bantul

KUSUMAWATI, Laila, dr. Nenny Sri Mulyani, SpA

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Lapanga

Latar Belakang Penelitian: Menurut WHO Indonesia termasuk negara endemis sedang dan tinggi penyakit hepatitis B. Negara dengan prevalensi hepatitis B tinggi sebagian besar pengidap merupakan anakanak. Risiko terjadinya hepatitis B kronis jauh lebih besar (90%) bila infeksi terjadi pada awal kehidupan dibandingkan dengan infeksi terjadi pada usia dewasa. Kebijakan Dep kes RI untuk memberikan imunisasi hepatitis B pada usia 0-7 hari telah dilaksanakan di Kabupaten Bantul, namun cakupan imunisasi hepatitis B 0-7 hari masih rendah yaitu 68,17%. Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi hepatitis B pada bayi usia 0-7 hari. Metode Penelitian: Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, wawancara dilakukan terhadap 213 ibu anak usia 8 hari sampai dengan 23 bulan yang dipilih secara stratified random sampling di tiga kecamatan yang berbeda cakupan imunisasi hepatitis B 0-7 harinya. Analisis data dilakukan dengan Chi square dan logistic regression. Hasil: Dari analisis univariat menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi hepatitis B 0-7 hari adalah penolong persalinan (OR:4,01, 95% CI:1,49-10,85), tempat pertolongan persalinan (OR:2,25, 95% CI:1,00-5,02), persepsi keparahan penyakit (OR:2,27, 95% CI:1,06-4,95) dan pelayanan petugas kesehatan (OR:2,34, 95% CI:1,20-4,57). Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik hanya 3 variabel yang berhubungan secara statistik yaitu penolong persalinan, pelayanan petugas kesehatan dan persepsi keparahan penyakit. Kesimpulan: Penolong persalinan, pelayanan petugas kesehatan dan, persepsi akan keparahan penyakit hepatitis B berhubungan dengan pemberian imunisasi HB 0-7 hari.

Background: According to WHO, Indonesia is a middle and high hepatitis B endemic country. In high prevalence of hepatitis B country most of hepatitis B carriers are children. Risk of chronic hepatitis will be more (90%) if children are infected in their early age. Immunization program in giving hepatitis B immunization first dose within 0-7 days after birth was implemented in Bantul District, but the coverage was still lower (68,17%) than expected. Objective: To identify factors associated with giving hepatitis B immunization first dose 0-7 days after birth. Methods: This cross sectional study design was conducted in Bantul District. Interview was conducted to 213 mothers whose child age 8 days to 23 months which was taken with stratified random sampling method at 3 different immunization coverage sub districts. Chi square and logistic regressions were used for data analysis. Results: The univariate analysis showed factors that have significant relationship are birth attendants (OR:4,01, 95% CI:1,49-10,85), birth place (OR:2,25, 95% CI:1,00-5,02), perceived severity of disease (OR:2,27, 95% CI:1,06-4,95) and health worker services (OR:2,34, 95% CI:1,20- 4,57). Multivariate analysis with logistic regression model showed that only birth attendant, health worker services and perceived severity of disease have significant relationship with giving hepatitis B immunization on 0-7 days. Conclusions: Birth attendants, health worker services and perceived severity of disease associated with giving hepatitis B immunization first dose within 0-7 days after birth.

Kata Kunci : Epidemiologi Penyakit,Hepatitis B,Imunisasi Bayi,immunization, hepatitis B, first dose within 0-7 days


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.