Laporkan Masalah

Hubungan kualitas pelayanan antenatal dengan kematian perinatal di Kabupaten Sukoharjo

HERUSANTOSA, Tarsisius Bintarta, Prof.dr. M. Hakimi, SpOG.,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Lapanga

Latar belakang : Kematian bayi di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Separuh dari angka kematian bayi terjadi pada masa neonatus yaitu pada umur kurang dari satu bulan. Dua per tiga dari kematian tersebut merupakan kematian perinatal.Tingginya kematian perinatal di Indonesia mempunyai hubungan yang kuat dengan tidak adekuatnya keadaan ibu, perawatan selama kehamilan, manajemen persalinan, dan perawatan neonatus. Kematian perinatal di Kabupaten Sukoharjo dalam dua tahun terakhir yaitu tahun 2003 dan 2004, mengalami peningkatan jumlah kasus maupun proporsi terhadap seluruh kematian bayi. Penyebab kematian perinatal antara lain asfiksia, BBLR, infeksi, dan kelainan kongenital. Pelayanan antenatal di Kabupaten Sukoharjo selama ini masih belum optimal. Terdapat beberapa indikator ANC yang masih kurang, yaitu deteksi resiko tinggi kehamilan masih rendah, masih terdapatnya angka droup out kunjungan ibu hamil, dan masih belum optimalnya cakupan pemberian tablet besi ibu hamil. Hasil penapisan anemia ibu hamil pada tahun 2004 menunjukkan angka anemia ibu hamil mencapai 50 %. Tujuan : Mengetahui gambaran hubungan kualitas pelayanan antenatal dengan kejadian kematian perinatal di Kabupaten Sukoharjo tahun 2004. Metode : Digunakan rancangan penelitian studi kasus kontrol, data dikumpulkan dari 21 puskesmas pada tahun 2004. Kualitas pelayanan antenatal diidentifikasikan sebagai faktor resiko kematian perinatal. Karakteristik ibu yaitu umur ibu, paritas, pendidikan dan komplikasi kehamilan digunakan sebagai variabel luar. Hasil : Pada analisis bivariat didapatkan kualitas pelayanan antenatal yang tidak baik, meningkatkan resiko 2,3 kali kejadian kematian perinatal. Selain itu umur ibu < 20 tahun meningkatkan resiko 3,28 kali kejadian kematian perinatal, primipara meningkatkan resiko 3,09 kali terjadinya kematian perinatal dan patus lama sebagai bentuk komplikasi persalinan meningkatkan resiko 3,19 kali kejadian kematian perinatal.Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status pendidikan ibu , umur ibu > 35 tahun, dan paritas > 4 dengan kejadian kematian perinatal. Pada analisis multivariat partus lama meningkatkan resiko 6,006 kali kejadian kematian perinatal. Kesimpulan : Kualitas pelayanan antenatal yang tidak baik tidak berhubungan dengan kejadian kematian perinatal. Partus lama sebagai komplikasi persalinan merupakan faktor yang mempunyai hubungan kuat dengan kejadian kematian perinatal

Background : Infant mortality in Indonesia still high compared to countries in South East Asia. About 50 % of infant mortality happened in the neonatal period (age less than one month). Two-third proportion from the death are perinatal mortality . Height of perinatal mortality in Indonesia have the strong relationship with unadequat of mother situation, antenatal care during pregnancy, management of delivery, and neonatal care. In two the last year, 2003 and 2004, cases of perinatal death in District of Sukoharjo are increased , and also the proportion to all infant death. Cause of perinatal death are asphyxia, low birth weight, infection, and congenital disparity. Antenatal care in District of Sukoharjo during the time are not optimal. There are some indicator ANC which still less, that is detecting high risk of pregnancy still low, number of droup out mother visit, and low coverage of iron suplement during pregnancy. Screening of anaemia in the year 2004 showed cases of anemia in pregnant mother reached 50 percentage. Objectives : to examine the relationship between quality of antenatal care and the occurence of perinatal mortality in District of Sukoharjo. Methods : Design of case control study used, data collected from 21 primary health center, during year 2004. Quality of antenatal care identified as risk factor of perinatal death. Mother characteristic that is mother age, parity, mother education and complication of pregnancy used as external variable. Results : Bivariate analysis reveal poor quality of antenatal care had risk of perinatal death with OR 2,3. Mothers ages < 20 years had risk of perinatal death with OR 3,28 , primipara had risk of perinatal death with OR 3,09 and complication of pregnancy had risk of perinatal death with OR 3,19. Do not found the relationship between mother education, mothers ages > 35 years, and parity > 4 with the occurence of perinatal death. Multivariate analysis showed complication of pregnancy as distocia improve the risk 6,006 times occurence of death. Conclusion : Poor quality of antenatal care have no relationship with perinatal death. Distocia as complication of pregnancy represent the factor having strong relationship with the occurence of perinatal death.

Kata Kunci : Kematian Perinatal, Layanan Antenatal, Quality of ANC, standard of midwifery service, perinatal mortality.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.