Faktor-faktor yang berhubungan dengan dinamika penularan penyakit malaria di Kecamatan Nabire Kota Tahun 2006
MARAI, Abraham, Prof.dr. Soesanto Tj., MCommH.,DTM and H.,M.Sc
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi LapangaLatar belakang: Penyakit malaria merupakan masalah yang belum dapat diatasi, penduduk yang beresiko terkena malaria berjumlah sekitar 2,3 miliar atau 41% dari penduduk dunia. Setiap tahun jumlah kasus malaria berjumlah 300-500 juta yang mengakibatkan 1,5 juta sampai 2,7 juta kematian. Di Indonesia, penyakit malaria masih timggi terutama diluar pulau Jawa dan Bali. Diperkirakan kejadian malaria di Indonesia rata-rata lebih dari 4 kasus per 10.000 penduduk, penyakit malaria merupakan salah satu penyakit yang muncull kembali (re-emerging disease), khususnya pada tahun-tahun terakhir ini. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian malaria, dan untuk mengetahui dinamika penularan malaria. Metode: penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Hasil: dinamika penularan malaria falciparum di Kecamatan Nabire Kota ada hubungannya dengan struktur umur penduduk, pendidikan, pekerjaan, tempat beraktivitas, jarak kandang dengan pemukiman, jarak sawah, jarak kebun, jarak rawa, jarak sungai, jarak vegetasi, keberadaan nyamuk anopheles disekitar pemukiman, kondisi rumah, suhu udara, serta faktor perilaku yang meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan. Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara struktur umur penduduk, pendidikan, pekerjaan, tempat beraktivitas, jarak kandang dengan pemukiman, jarak sawah, jarak kebun, jarak rawa, jarak sungai, jarak vegetasi, keberadaan nyamuk anopheles disekitar pemukiman, kondisi rumah, suhu udara, pengetahuan, sikap dan tindakan penduduk tentang penyaki malaria dengan dinamika penularan malaria falciparum di Desa Karang Tumaritis dan Desa Kali Harapan.
Background: Malaria disease is a health problem which can not be overcome yet. The number of population having risk of malaria is as many as 2.3 billion or 41% of world population. Each year there are 300 – 500 million cases of malaria leading to 1.5 – 2.7 million deaths. In Indonesia occurrence of malaria disease is still relatively high especially on islands outside Java and Bali. It is presumed that occurrence of malaria in Indonesia is at average more than 4 cases per 10,000 people. Malaria is one of re-emerging disease particularly during the last years. Objective: To identify factors affecting occurrence of malaria and the dynamics of malaria infection. Method: The study was observational with cross sectional design. Result: The dynamic of falciparum malaria infection at villages of Karang Tumaritis and Kali Harapan had relationship with structure of age, education, types of jobs of the population, place of activities, distance between stable and residence, distance of rice field, plantation, swamp, river, vegetation, existence of anopheles mosquitoes around residence, condition of houses, temperature and behavioral factors such as knowledge, attitude and action. Conclusion: There were significant relationship between structure of age of the population, education, types of jobs, place of activities, distance between stable and residence, distance of rice field, plantation, swamp, river, vegetation, existence of anopheles mosquitoes around residence, condition of houses, temperature, knowledge, attitude, and action of the people against malaria disease and the dynamics of falciparum malaria infection at villages of Karang Tumaritis and Kali Harapan.
Kata Kunci : Epidemiologi Malaria,Penularan