Efektivitas penyemprotan rumah terhadap perubahan angka kesakitan malaria pada desa-desa endemis malaria di Kabupaten Purworejo tahun 2003-2004
GUTOMO, Ramelan, Prof.dr. Soesanto Tj., MCommH.,DTM and H.,M.Sc
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi LapangaLatar Belakang : Dampak dari pelaksanaan kegiatan penyemprotan rumah menggunakan insektisida diharapkan dapat mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit malaria. Kasus malaria pada tahun-tahun terakhir ini menurun, namum penyakit malaria masih terus ada dan masih merupakan masalah kesehatan di Kabupaten Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyemprotan rumah menggunakan insektisida fendona terhadap perubahan angka kesakitan malaria pada desa-desa endemis malaria di Kabupaten Purworejo tahun 2003-2004. Metode : Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional, Sampel adalah total populasi dari seluruh desa yang mendapatkan penyemprotan rumah menggunakan insektisida fendona sebanyak 39 desa di tambah dengan desa tidak endemis malaria tidak disemprot sebanyak 39 desa. Pengumpulan data dengan cara pengamatan dokumen dan wawancara kepada pemegang program malaria Dinas Kesehatan, KUPM puskesmas, tenaga penyemprot rumah dan pemuka masyarakat. Analisis data dengan uji regresi linier ganda, bivariat dan multivariat serta analisi data dengan deskriptif. Hasil : Hasil Penelitian ini menunjukkan kualitas penyemprotan untuk cakupan bangunan, permukaan dan kecukupan dosis ada hubungan yang signifikan dengan perubahan angka kesakitan malaria (p < 0,05), sedangkan keteraturan waktu penyemprotan tidak ada hubungan yang signifikan dengan perubahan angka kesakitan malaria (p > 0,05). Secara umum pengaruh penyemprotan dan kelambu serta penyemprotan saja hanya berpengaruh terhadap angka kesakitan malaria selama 3 bulan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan angka kesakitan malaria pada desa-desa endemis malaria yang berstatus high case incidence (HCI) adalah kelambu dan penyemprotan dengan p < 0,05. Kesimpulan : Sebagian besar kualitas penyemprotan berhubungan dengan perubahan angka kesakitan malaria. Ada perbedaan dan pengaruh serta hubungan antara penyemprotan dan kelambu dengan perubahan angka kesakitan malaria.
Background: The impact of indoor residual spraying activities using insecticides is expected to reduce morbidity and mortality caused by malaria disease. Cases of malaria have been decreasing during the last few years, but malaria disease still exists and becomes a health problem in District of Purworejo. Objective: To find out effectiveness of indoor residual spraying using fendona insecticide in changing malaria morbidity at malaria endemic villages of Purworejo District 2003 – 2004. Method: The study was analytical with cross sectional design. Samples were total population of all villages having house indoor residual spraying using fendona insecticide (39 villages) and non malaria endemic villages with no indoor residual spraying (39 villages). Data were obtained from document studies and interview with malaria program managers in the Health Office, Head of Malaria Eradication Unit of community health center, staff doing house indoor residual spraying and leaders of the community. Data analysis used double linear regression, bivariable, multivariable as well as descriptive technique. Result: Quality of indoor residual spraying as indicated by coverage, surface and dosage sufficiency had significant relationship with changes in malaria morbidity (p<0.05), whereas reguler indoor residual spraying had no significant relationship with changes in malaria morbidity (p>0.05). In general indoor residual spraying and use of mosquito net took effect against malaria morbidity only within 3 months. Factors associated with changes in malaria morbidity at malaria endemic villages with high case incidence status were mosquito net and indoor residual spraying with p<0.05. Conclusion: Indoor residual spraying quality was mainly associated with changes in malaria morbidity. There were differences, effects and relationship between indoor residual spraying and mosquito net and changes in malaria morbidity.
Kata Kunci : Epidemiologi Malaria, Penyemprotan, malaria morbidity, effectiveness, indoor residual spraying, Purworejo.