Faktor risiko infeksi TB pada anak yang kontak serumah dengan penderita TB Paru (+) di Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah
NGAPIYEM, Ruthy, dr. Haripurnomo K., MPH.,DrPH
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi LapangaLatar belakang: Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi sebagian besar masyarakat dunia terutama di negara berkembang, diperkirakan dari 100.000 penduduk Indonesia terdapat 119 penderita TB paru BTA (+), 15% diantaranya adalah TB anak. Di Kabupaten Magelang pada tahun 2005 ditemukan penderita TB Paru BTA (+) dewasa sebanyak 242 orang. Angka prevalensi TB Paru yang besar di masyarakat diduga karena risiko penularan masih tetap besar, terutama penularan karena kontak serumah dengan penderita TB Paru. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui angka kejadian infeksi TB pada anak 0-15 tahun yang kontak serumah dengan penderita TB Paru BTA (+) dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study dilakukan di Kabupaten Magelang dengan mengambil sampel anak usia 0-15 tahun yang serumah dengan penderita TB Paru BTA (+) yang masih dalam masa pengobatan atau pasca pengobatan 1 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pengukuran: BB, kelembaban, pencahayaan, ventilasi dan uji tuberkulin. Analisis data hasil penelitian dilakukan melalui analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian infeksi TB pada anak yang serumah dengan penderita TB Paru BTA (+) adalah 99 dari 144 anak (68,8%). Faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi TB pada anak adalah: derajat BTA (+) dengan odds ratio 2,09 (p 0,05). Sedangkan faktor yang hubungannya tidak bermakna secara statistik adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, status imunisasi BCG, status gizi, kebiasaan merokok, jenis lantai, ventilasi, kepadatan hunian, kelembaban dan pencahayaan.. Kesimpulan penelitian: derajat BTA (+) merupakan faktor risiko untuk terjadinya infeksi TB pada anak yang serumah dengan penderita TB paru BTA (+) di Kabupaten Magelang.
Background: Tuberculosis disease is still a major problem for most countries the world, especially in the developing countries. It in estimated 119 people of 100.000 Indonesians are infected by lung-tuberculosis with positive acid fast bacillus. Fifteen percent of them are children. It was discovered in 2005 that 242 adult; in Magelang Regency of Central Java Province, were infected by lung-tuberculosis with positive acid fast bacillus. The high prevalence of TB infection is expected to be supported by the high risk of infection especially by at home contacts with positive acid fast bacillus TB patients. Assessment of number of TB infection in children between 1-15 years old on home-contact with positive acid fast bacillus TB patient is needed, including the surrounding support factors of infection. Method: This is a cross sectional observational study in Magelang Regency, using sample of children between 1-15 years old at home with positive acid fast bacillus TB patients which are on or post TB medication for 1 year. Data were collected through interview, observation and measurement (weight, humidity level, brightness, air circulation/ventilation and tuberculin test), then were analyzed using univariate, bivariate and multivariate analysis. Observation result: Number of incidents of TB infection on children is 68,8% (99 children) and factors related to the incident is: positive acid fast bacillus level, with odds ratio: 2,09 (p 0,05). The others insignificant related factors are: sex, age, education, BCG immunization status, child’s nutrition status, smoking habit, type of floor, ventilation, crowded, humidity and brightness. Conclusion: Factor related to TB infection on children in Magelang Regency at home with positive acid fast bacillus TB patients is positive acid fast bacillus.
Kata Kunci : TB Paru BTA(+),Penularan,Infeksi