Laporkan Masalah

Kebijakan dividen, utang, dan investasi sebagai mekanisme pengurang konflik keagenan antara pemegang saham mayoritas dengan minoritas

MUTAMIMAH, Promotor Prof.Dr. Mas'ud Machfoedz, MBA

2006 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi Manajemen

Penelitian ini menguji kebijakan dividen, utang, dan investasi sebagai mekanisme pengurang konflik keagenan antara pemegang saham mayoritas dengan minoritas. Pengujian tersebut bertujuan menjawab permasalahan, apakah kebijakan dividen, utang, dan investasi dapat digunakan sebagai mekanisme corporate governance, sehingga konflik keagenan antara pemegang saham mayoritas dengan minoritas bisa dikurangi. Penelitian ini penting, karena struktur kepemilikan perusahaan di Indonesia adalah terkonsentrasi, sehingga menyebabkan konflik keagenan antara pemegang saham mayoritas dengan minoritas. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di pasar modal Indonesia sampai tahun 2003. Pengambilan sampel ini didasarkan pada teknik nonprobabilitas dengan metoda purposive sampling, sehingga diperoleh 235 sampel. Sampel tersebut kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi (SKT tinggi) dan struktur kepemilikan terkonsentrasi rendah (SKT rendah). Untuk menguji hipotesis digunakan 2 indikator, yaitu indikator pasar dan indikator akuntansi. Indikator pasar menggunakan analisis event study, sedangkan indikator akuntansi menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pengujian empiris secara umum dapat disimpulkan, bahwa kebijakan dividen dapat digunakan sebagai mekanisme pengurang konflik keagenan antara pemegang saham mayoritas dengan minoritas, baik pada struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi maupun rendah. Namun, kebijakan utang kurang efektif digunakan sebagai mekanisme pengurang konflik keagenan antara pemegang saham mayoritas dengan minoritas, baik pada struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi maupun rendah. Hal ini karena rata-rata utang perusahaan lebih besar dari rata-rata utang industri. Kebijakan investasi juga kurang efektif digunakan sebagai mekanisme pengurang konflik keagenan antara pemegang saham mayoritas dengan minoritas, baik pada struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi maupun rendah, karena kebijakan investasi cenderung digunakan oleh pemegang saham mayoritas sebagai sarana ekspropriasi terhadap pemegang saham minoritas. Ekspropriasi lebih besar terjadi pada pada struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi dibanding pada struktur kepemilikan terkonsentrasi rendah.

This research aims to test the dividend, debt, and investment policies as mechanism to reduce agency conflict among majority and minority shareholders. This examination aims to answer the problem to what extend dividend, debt, and investment can be used as corporate governance mechanism in a sense of reducing agency conflict. This research is important since most of company ownership structure in Indonesia is categorized concentrated structure, where its create a conflict between majority and minority shareholders. The population of the researh are companies that go public in the Indonesian capital market until the year of 2003. These samples of this research consists of 235 companies, that are selected based on nonprobability technique with purpositive sampling method. They were then divided into two groups: high concentrated ownership structure and low concentrated ownership structure. In processes testing the hypothesis, 2 indicators were used, i.e. market indicator and accounting indicator. Event study analysis was used for market indicator, whereas multiple regression analysis was used for accounting indicator. Based on empirical examination result, it is generally concluded that dividend policy can be used as mechanism to reduce agency conflict among majority and minority shareholders, both at high and low concentrated ownership stucture. Debt policy cannot be used as mechanism to reduce agency conflict among majority and minority shareholders, both at high and low concentrated ownership structure. This is because of average company debt are higher than average industry debt. Investment policy cannot be used as mechanism to reduce agency conflict among majority and minority shareholders, both at high and low concentrated ownership, because investment policy tend be used as tool of expropropriation to minority shareholders. The expropriation is higher at high concentrated ownership structure rather than at low concentrated ownership structure, and the difference is significant.

Kata Kunci : Konflik Keagenan,Dividen, Utang dan Investasi,Pemegang Saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.