Strategi lingkungan alami dan pengaruhnya pada kinerja perusahaan :: Studi pada industri migas dan manufaktur di Indonesia
PRAKOSO S., Gigih, Promotor Prof.Dr. Soekanto Reksohadiprodjo, M.Com
2006 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi ManajemenSemakin banyaknya terjadi kasus pencemaran dan pengrusakan lingkungan alami di Indonesia menandakan masih banyaknya perusahaan-perusahaan di Indonesia yang melakukan kegiatan operasinya tanpa dibarengi dengan upaya-upaya untuk melindungi dan menjaga kelestarian lingkungan alami. Di lain pihak, Pemerintah Indonesia telah banyak memberlakukan peraturan dan undang-undang untuk perlindungan lingkungan alami. Di samping itu, adanya tekanan dari pihak masyarakat dan konsumen di luar negeri yang mementingkan aspek perlindungan lingkungan alami, telah mendorong perusahaan untuk mengembangkan strategi berwawasan ramah lingkungan yang meliputi strategi pencegahan polusi (pollution prevention), strategi pemantauan produk (product stewardship), dan strategi pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Dengan pengembangan strategi ini maka perusahaan akan mampu menghasilkan proses produksi, produk, dan teknologi yang lebih ramah lingkungan, yang dapat menciptakan suatu keunggulan (competitive advantage) bagi perusahaan karena mampu meningkatkan penghematan biaya operasi dan penjualan produk-produk yang lebih natural dan ramah lingkungan. Temuan penelitian empiris ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pencegahan polusi, strategi pemantauan produk, dan strategi pembangunan berkelanjutan oleh perusahaan-perusahaan sampel berpengaruh pada peningkatan kinerja lingkungan berupa penurunan limbah dan polusi melebihi ketentuan atau standar yang berlaku. Peningkatan kinerja lingkungan ini juga berpengaruh pada peningkatan kegiatan hubungan masyarakat, yang bermanfaat dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap kegiatan operasi perusahaan. Peningkatan kegiatan hubungan masyarakat ini juga berpengaruh pada peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan, antara lain: peningkatan citra dan reputasi perusahaan, peningkatan keuntungan perusahaan, dan kinerja perusahaan lainnya. Di samping itu, penelitian empiris ini juga menemukan bahwa peningkatan kinerja lingkungan dapat mempengaruhi peningkatan kinerja perusahaan secara langsung, melalui penghematan biaya pengolahan limbah, dan penurunan tuntutan atau klaim masyarakat yang terkena dampak polusi dari buangan limbah perusahaan. Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan bahwa strategi lingkungan yang bersifat beyond compliance telah dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan sampel, dan pengembangan strategi tersebut berpengaruh positif pada peningkatan kinerja lingkungan, kegiatan hubungan masyarakat, dan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Namun, pengembangan strategi lingkungan ini juga dipengaruhi oleh adanya dorongan yang bersumber dari eksternal dan internal perusahaan. Dorongan eksternal dapat berupa peraturan dan undang-undang di bidang perlindungan lingkungan yang lebih ketat, dan tuntutan masyarakat serta tekanan pasar global terhadap praktik perusahaan yang lebih ramah lingkungan. Dorongan internal dapat berupa komitmen dan kebijakan manajemen puncak yang mementingkan penerapan strategi perusahaan yang berwawasan ramah lingkungan.
Having experiences of many cases in relation to environmental pollution or destructions , which occurred during the last decade in Indonesia, indicates that most of companies operating in Indonesia have been practicing their businesses without developing strategies to protect the natural environment. In contrary, the Indonesian government has been so far implementing many environmental regulations to enforce this environmental protection. In addition, an increase of pressures given by the public and consumers in the global markets on issues of natural environment protections, have supposed to drive companies operating in Indonesia to initiate development of strategies for protecting the natural environment like pollution prevention, product stewardship, or sustainable development. These environmental strategies are focused to achieve beyond compliance in environmental performances, and able to create a competitive advantage through implementation of continuous improvement, stakeholders’ involvement, and long-term environmental shared vision in company’s business practice, which can end up in enhanced firm performance. This empirical research finds out that implementation of these beyond compliance strategies by the sample have a positive impact to improvement for environmental performance, among other, zero or very minimum of wastes or pollutions, as well as increased quality of such wastes or pollutions far better than the required standards. Improvement of this environment performance, in turn, has positive influence for the sample to increase its effort to develop good and effective public relationship activities, which can increase public recognition and supports for its environmentally-friendly business operations. Enhancement of these public relationship activities, in turn, has positive influence to improvement of firm performances, among others, increased company’s image and reputation and company’s financial performances. Another finding includes that these environmental strategies may also have direct and positive influence to firm performances, among others, increased cost saving for waste treatments or reduced claims arising from environmental incidents caused by company, and increased company’s revenues generating from environmentally-friendly pr oducts sales. Based on findings of this empirical research, it can be concluded that the sample used in this research has been implementing these beyond compliance strategies for environmental protections, and such implementations have positive influences to improvement of environmental performances and firm performance, as well as increased company’s public relationship activities. However, implementations of these beyond compliance strategies are also driven by some external as well as internal factors. The external factors or the antecedent factors include, among others, more stringent environmental protection regulations, and increased public pressures or more global market consumer requirements for environmental protection issues, while the intrinsic factors include mainly higher commitments and initiatives of company’s top management for development of such environmental strategies.
Kata Kunci : Kinerja Perusahaan, Strategi Lingkungan Alami