Pengujian dan mekanisme pengurangbiasan efek kekinian :: Pengalaman audit, telaah sendiri, dan telaah kelompok dalam pertimbangan auditor
SUARTANA, I Wayan, Promotor Prof.Dr. Jogiyanto H.M., MBA
2006 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi AkuntansiHogart dan Einhorn (1992) mengusulkan dan menguji suatu model deskriptif tentang penyesuaian keyakinan. Mereka menyatakan bahwa individu memroses informasi secara berurutan dengan menggunakan strategi anchoring dan adjustment ketika menghadapi bukti baru dalam suatu tugas evaluasi. Satu prediksi penting dari model ini adalah bahwa ketika ada bukti pendek, kompleks dan tidak konsisten akan menimbulkan efek kekinian. Isu mengenai efek kekinian dalam lingkungan audit telah diteliti oleh banyak peneliti. Hasil- hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa fenomena efek kekinian dalam pertimbangan profesional auditor cukup kuat. Selanjutnya isu ini bergeser ke arah bagaimana bisa mengurangi bias karena efek kekinian. Ini harus dilakukan karena penggunaan heuristik yang tidak proporsional dalam pengambilan keputusan akan menimbulkan bias. Efek kekinian akan menimbulkan masalah dalam proses audit karena akan mempengaruhi efektivitas dan efisiensi audit. Efisiensi bisa dipengaruhi ketika urutan bukti audit yang diproses mungkin akan meluas sehingga perlu pencarian bukti-bukti tambahan. Dari perspektif efektivitas urutan bukti akan membuat pelaksanaan program audit yang berbeda yang selanjutnya kemungkinan akan mengurangi akurasi temuan. Studi ini bertujuan untuk menguji apakah terjadi efek kekinian, bila informasi disajikan secara berurutan dengan karakteristik yang tidak konsisten, dan menawarkan suatu mekanisme pengurangbiasan melalui pengalaman audit, telaah sendiri dan telaah kelompok. Data dikumpulkan melalui metoda eksperimen dengan 107 auditor di 12 Kantor Akuntan Publik (KAP) di Denpasar dan Surabaya. Ada 2 eksperimen yang dilakukan yaitu eksperimen 1 tentang penilaian struktur pengendalian intern dan eksperimen 2 tentang penilaian kelangsungan hidup perusahaan. Studi menemukan beberapa hal. Pertama, terjadi efek kekinian apabila informasi yang disajikan secara berurutan dengan karakteristik yang tidak konsisten pada penilaian struktur pengendalian intern dan penilaian kelangsungan hidup perusahaan. Kedua, pengalaman audit dan telaah sendiri berhasil memitigasi efek kekinian pada kasus penilaian struktur pengendalian intern. Akhirnya, mekanisme telaah kelompok secara signifikan mampu mengurangi bias karena efek kekinian pada penilaian kelangsungan hidup perusahaan.
Hogart and Einhorn (1992) proposed and tested a descriptive model of belief adjustment. They posited that individuals are sequential processors of information who employ an anchoring and adjustment strategy to incorporate new evidence in an evaluation task. One important prediction of the model is that order in which a short series of complex, mixed evidence is evaluated leads to a recency effect. Issues in recency effect in an audit environment have been investigated by many researchers. The result suggests that recency effects in judgment of professional auditor is strong. Furthermore, this issue will shift to the point of how to reduce errors because of the recency effect. This is necessary because the use of disproportional heuristic in decision making will lead towards an error. The recency effect will cause a problem in auditing process because it will affect the effectiveness and efficiency of the audit. Efficiency can be affected since the order in which evidence is processed may limit or extend the auditor’s search for additional evidence. From an effectiveness perspective, order effects will create a different audit program and eventually will reduce the accuracy. This study analyzed the existence of recency effect and proposed audit experience, self review, and group review as the debiasing mechanisms that can reduce the recency effect. Data were collected through two experiments using 107 auditors in 12 public accounting firms throughout Denpasar and Surabaya. Experiment 1 was about evaluation of intern control structure for inventory and experiment 2 was about that of going concern. This study found the followings. Firstly, a recency effect existed when the information was presented sequentially with an inconsistent characteristic in the evaluation of internal control structure and that of going concern. Secondly, the audit experience and the self- review successfully mitigated the recency effect on the evaluation of internal control. Finally, the group review mechanism significantly reduced errors in the evaluation of going concern.
Kata Kunci : Efek Kekinian,Pengurangbiasaan,Pengalaman Audit,Telaah Sendiri dan Kelompok, recency effect, debiasing, audit experience, self review, and group review