Pemisahan hak aliran kas dan hak kontrol dalam struktur kepemilikan ultimat
SIREGAR, Baldric, Promotor Prof.Dr. Jogiyanto H.M
2006 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi AkuntansiEkspropriasi pemegang saham minoritas oleh pemegang saham pengendali merupakan konflik keagenan pokok dalam kepemilikan perusahaan publik yang terkonsentrasi. Ekspropriasi tersebut muncul apabila terdapat pemisahan hak aliran kas dan hak kontrol. Pemisahan hak aliran kas dan hak kontrol dilakukan melalui struktur kepemilikan piramida dan lintas kepemilikan. Konsep kepemilikan ultimat digunakan untuk mengidentifikasi pemisahan tersebut. Implikasi pemisahan hak aliran kas dan hak kontrol diuji terhadap dividen, utang, dan nilai perusahaan. Dengan menggunakan sampel perusahaan publik yang terdaftar di BEJ untuk periode 2000 sampai 2004, bukti empiris menunjukkan bahwa hak aliran kas dan hak kontrol tidak berjalan bersama-sama tetapi memiliki implikasi yang berbeda. Konsentrasi hak aliran kas merupakan insentif untuk menghindari tindakan ekspropriasi. Hal ini terlihat dari pengaruh positif (negatif) hak aliran kas terhadap dividen dan nilai perusahaan (utang). Sebaliknya, konsentrasi hak kontrol merupakan insentif untuk mendapatkan manfaat privat melalui ekspropriasi. Hal ini didukung oleh pengaruh negatif (positif) hak kontrol terhadap dividen (utang). Pada saat hak kontrol melebihi hak aliran kas, insentif pemegang saham pengendali untuk melakukan ekspropriasi meningkat apabila pemegang saham pengendali tersebut terlibat dalam manajemen perusahaan. Keterlibatan dalam manajemen menyebabkan pemegang saham pengendali lebih leluasa untuk mendapatkan manfaat privat. Namun insentif tersebut berkurang apabila terdapat pemegang saham pengendali kedua dalam perusahaan. Pemegang saham pengendali kedua mampu membatasi insentif pemegang saham pengendali untuk melakukan ekspropriasi.
The expropriation of minority shareholders by those of controlling shareholder is the main agency conflict in firms with concentrated ownership. The expropriation is obvious when cash flow rights and control rights are separated. The cash flow rights are separated from those of control rights through pyramiding and cross-holdings. The ultimate ownership concept is used to identify the separation. The implications of cash flow and control rights separation is investigated on dividend, leverage, and firm value. By using sample consists of firms listed in the Jakarta Stock Exchange (JSX) for the period from 2000 to 2004, empirical evidences show that cash flow rights and control rights do not go together but have different implications. The cash flow right concentration is an incentive to avoid expropriation. This can be seen from evidences of positive (negative) effects of cash flow rights on dividend and firm value (leverage). On the other hand, control right concentration is an incentive to generate private benefits through expropriation. This conclusion is supported by evidence of negative (positive) effects of control rights on dividend (leverage). When control rights exceed cash flow rights, the controlling shareholders have higher incentive to expropriate by participating in firm’s management. The controlling shareholders’ participation in management makes them more freely to generate private benefits. But the incentive is lower when a firm has the second controlling shareholder. The second controlling shareholder can mitigate the controlling shareholder’s incentive to expropriate.
Kata Kunci : Struktur Kepemilikan Ultimat,Hak Aliran Kas dan Hak Kontrol