Penggunaan asam lemak tidak jenuh ganda dan vitamin E dalam pakan terhadap performan produksi dan reproduksi ayam kampung
IRIYANTI, Ning, Promotor Prof.Dr.Ir. Tri Yuwanta, SU.,DEA
2006 | Disertasi | S3 Ilmu PertanianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak ikan lemuru dan minyak kelapa sawit dan penambahan vitamin E dalam pakan terhadap peningkatan reproduksi dan produksi ayam kampung. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Makanan Ternak Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak UGM, Yogyakarta, Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak; Sub Stasiun Percobaan Fakultas Peternakan UNSOED, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan April 2004 sampai Nopember 2005. Ayam yang digunakan pada penelitian tahap pertama adalah ayam kampung jantan dan betina masing-masing sebanyak 72 ekor umur dua minggu, 52 ekor ayam betina (pullet) dan 12 ekor ayam pejantan umur 22 minggu. Pada tahap kedua menggunakan : 20 ekor Ayam kampung jantan dan betina 50 ekor umur 22 minggu. Tahap ke tiga menggunakan : 48 ekor ayam kampung betina umur 22 minggu. Setiap perlakuan diulang 6 kali, percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis dengan analisis variansi serta dilanjutkan dengan uji Duncan. Pakan yang digunakan tahap pertama dan tahap ketiga meliputi : R0= 0% minyak ikan lemuru dan 0% minyak kelapa sawit; R1= 0% minyak ikan lemuru dan 10% minyak kelapa sawit; R2= 10% minyak ikan lemuru dan 0% minyak kelapa sawit; R3 = 5% minyak ikan lemuru dan 5% minyak kelapa sawit. Tahap kedua meliputi : R0 = pakan basal + vitamin E 0 mg/kg R1= pakan basal + vitamin E 10 mg/kg pakan; R2 = pakan basal + vitamin E 20 mg/kg pakan pakan; R3 = pakan basal + vitamin E 30 mg/kg pakan. Hasil penelitian tahap pertama : Penggunaan kombinasi 5% minyak ikan lemuru dan 5% minyak kelapa sawit menunjukkan respon yang terbaik: yaitu terjadi peningkatan kualitas spermatozoa, peningkatan performan reproduksi ayam kampung betina dan peningkatan performan produksi ayam kampung jantan dan betina. Hasil penelitian tahap kedua meliputi penggunaan kombinasi 5% minyak ikan lemuru dan kombinasi 5% minyak kelapa sawit dengan penambahan vitamin E 30 mg/kg pakan menunjukkan hasil: peningkatan reproduksi ayam jantan dan peningkatan reproduksi ayam betina yang ditunjukkan dengan peningkatan berat telur, fertilitas telur, kualitas darah dan kuning telur. Hasil penelitian tahap ketiga menunjukkan bahwa kandungan asam lemak tidak jenuh ganda dalam pakan dapat dimanfaatkan oleh ayam terutama dengan penggunaan 5% minyak kelapa sawit dan 5% minyak ikan lemuru, yang ditunjukkan dengan rendahnya kandungan asam lemak bebas dalam darah dan kuning telur. Perlakuan berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap kandungan triasilgliserol, fosfolipid, dan ester kolesterol. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penggunaan 5% minyak ikan lemuru dan 5% minyak kelapa sawit serta penambahan vitamin E 30 mg/kg pakan dapat meningkatkan berat telur sebesar 15,2% dan fertilitas 13,53%.
palm oil and their combination with different levels of vitamin E to accelerate reproduction and production of native chickens. This research was done in Laboratory of Animal Feed, Department of Animal Feed and Nutrition UGM, Yogyakarta; Laboratory of Animal Feed and Nutrition and Experimental Substation, Faculty of Animal Sciences, UNSOED, Purwokerto. The research consisted of three stages of experiment, and was carried out from April 2004 to November 2005. Chickens being used in the first stage were consisted of 72 males and females 2 weeks old of native chicken, 52 pullets and 12 cockerels of 22 weeks old. The second stage, used 20 cockerels and 50 pullets of 22 weeks old. The third stage of research used 48 pullets of 22 weeks old. Research was done using a Completely Randomized Design (CRD). Each treatment was repeated 6 times. Data were analyzed using analysis of variance and continued with Duncan Multiple Ranges Test. The rations for the first and the third stage were: R0 = 0% menhaden fish oil and 0% palm oil; R1 = 0% menhaden fish oil and 10% palm oil; R2 = 10% manhadden fish oil and 0% palm oil; R3 = 5% menhaden fish oil and 5% palm oil. The second stage: R0 = basal feed + 0 mg vitamin E /kg of feed; R1 = basal feed + 10 mg vitamin E /kg of feed; R2= basal feed + 20 mg vitamin E /kg of feed; R3 = basal feed + 30 mg Vitamin E /kg of feed. The first stage indicated the use of 5% menhaden fish and 5% palm oils combination produced the best response in term of spermatozoa quality improvement, improvement in female reproduction performance, improvement of production performance in male and female. The result of the second stage which used 5% menhaden fish and 5% palm oils combination with vitamin E addition at 30 mg/kg of feed showed improvement in male reproduction, improvement of female performance as indicated by increasing egg weight and fertility, improvement of blood and yolk profiles. The result of the third stage showed polyunsaturated fatty acids content in feed could be utilized by chicken, especially in 5% manhadden fish and 5% palm oils treatment. It was indicated by low content of free fatty acids in blood and egg yolk. Treatments had no significant (P>0.05) effects on triasylglyceride, phospholipids and cholesterol esther contents in blood. In general, the research can be concluded that the use of 5% manhadden fish and 5% palm oils combination with addition of vitamin E at 30 mg/kg of feed could improve egg weight to 15.29% and fertility 13.53%.
Kata Kunci : Asam Lemak Tidak Jenuh Ganda,Pakan Ayam,Reproduksi dan Produksi Ayam Kampung,Pakan Ayam,Asam Lemak Tidak Jenuh Ganda,Ayam Kampung, Polyunsaturated fatty acid, Reproduction, Production, Egg quality