Laporkan Masalah

Peran penyuluhan dan bimbingan sosial dalam meningkatkan motivasi kerja mencapai produktivitas kerja klien di Panti Sosial Bina Netra "Sadewa" Bantul

SETYANINGSIH, Prof.Dr.dr. Adi Heru Sutomo, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Penelitian ini bertujuan hendak menguji efektivitas model penyuluhan dan bimbingan sosial terhadap peningkatan motivasi kerja mencapai produktivitas kerja. Mengetahui perbedaan peningkatan motivasi kerja sebelum dan setelah dilakukan intervensi penyuluhan dan bimbingan sosial. Subjek penelitian adalah semua klien di Panti Sosial Bina Netra “Sadewa” Bantul yang berjumlah 50 orang terdiri atas 19 wanita dan 31 pria. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner berupa angket motivasi kerja berupa 33 item peristiwa kehidupan yang berpotensi terhadap produktivitas kerja dan daftar isian subjek penelitian. Variabel bebas penelitian ini adalah penyuluhan dan bimbingan sosial sedangkan variabel tergantungnya adalah motivasi kerja. Analisis data yang dipakai adalah uji kesahihan dan keandalan instrumen (angket), analisis deskriptif tiap variabel penelitian, uji asumsi model, dan uji hipotesis. Hasil analisis deskriptif berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, maka perbandingan data empiris dan hipotetik variabel penyuluhan dan bimbingan sosial yang terdiri dari metode sebelum perlakuan, ceramah, diskusi, pertemuan kelompok dan pembinaan motivasi kerja mencapai produktivitas kerja. Hasil perbandingan mean hipotetik dan empiris memperlihatkan bahwa mean empiris sebelum perlakuan (mean = 111,20), ceramah (mean = 108,20), diskusi (mean = 103,30), pertemuan kelompok (mean = 109,62) dan pembinaan motivasi kerja mencapai produktivitas kerja (mean = 112,44) lebih besar daripada mean hipotetik (mean = 99). Karena mean empiris lebih besar daripada mean hipotetik, maka sebelum perlakuan, ceramah, diskusi, pertemuan kelompok, dan pembinaan motivasi kerja mencapai produktivitas kerja tergolong tinggi berarti bahwa penyuluhan dan bimbingan sosial dapat memotivasi kerja yang tinggi.

This research aims to will test effectiveness illumination model and social counseling of increasing is job motivation to work productivity. Knowing difference of increasing of job motivation before and after intervence social illumination and counseling. Research subject is all of client in Sightless Construct Social Institution "Sadewa" Bantul amounting to 50 people consist of 19 women and 31 men. Research appliance the used is questionnaire in the form of motivation enquette work in the form of 33-item event of life that is having potency to work productivity and foam of subject research. Free variable of this research is social illumination and counseling while variable dependent is job motivation. Data analysis is used by test of validity instrument reliability and (enquette), descriptive analysis every research variable, model assumption test, and hypothesis test. Result of descriptive analysis pursuant to obtained data in field, hence comparison of empirical data and counseling variable hypothetic and social counseling that consisting of method before treatment, discourse, discussion, and meeting of group and construction of tired job motivation to work productivity. Result of comparison of hypothetic mean and empiric shows that empirical mean before treatment (mean = 111,20), discourse (mean = 108,20), discussion (mean = 103,30), meeting of group (mean = 109,62) and construction of tired job motivation to work productivity (mean = 112,44) bigger than hypothetic mean (mean = 99). Because bigger empirical mean than hypothetic mean, hence before treatment, discourse, discussion, meeting of group, and construction of tired job motivation to work productivity pertained high mean that social illumination and counseling can motivate high job.

Kata Kunci : Produktivitas Kerja,Motivasi,Peran Bimbingan Sosial, counseling of social, social tuition, job motivation.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.