Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada perusahaan industri pengolahan kayu di Kota Pekanbaru tahun 2006
ROFIYANTI, Dr.dr. Lientje Setyawati Maurits, MS.,Sp.Ok
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaSistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) bertujuan untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, kegiatan yang efisien dan produktif. Angka penerapan SMK3 pada perusahaan di Indonesia berdasarkan audit dari badan independen secara umum masih rendah. Data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (2005), dari ± 169.000 perusahaan yang ada di Indonesia, perusahaan yang telah mendapatkan penghargaan SMK3 yaitu 100 perusahaan. Angka kecelakaan kerja juga masih tinggi, menurut data PT. Jamsostek selama tahun 2004 pembayaran jaminan kecelakaan kerja yaitu 95.418 kasus sehingga rata-rata hampir setiap hari kerja (5 hari kerja dalam satu minggu) terjadi 398 kasus kecelakaan kerja. Angka kecelakaan kerja di Kota Pekanbaru juga masih tinggi, selama tahun 2004 terjadi 1.629 kasus kecelakaan kerja dan 60 kasus mengakibatkan kematian tenaga kerja. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja penerapan K3 di Kota Pekanbaru juga masih rendah. Penelitian ini merupakan penelitian survei untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan penerapan SMK3, dengan disain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan pada tiga perusahaan industri pengolahan kayu di Kota Pekanbaru yang memenuhi kriteria inklusi yaitu perusahaan yang memiliki jumlah tenaga kerja 100 orang atau lebih, jumlah tenaga kerja yang menjadi subyek penelitian yaitu 300 orang. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu pengetahuan K3 manajemen, komitmen manajemen tentang K3, motivasi, dan keterlibatan tenaga kerja melaksanakan K3. Variabel tergantung yaitu penerapan SMK3. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Analisis regresi digunakan untuk menguji hipotesis penelitian yang telah diajukan dengan menggunakan program SPS 2000 pada taraf signifikansi ( a ) = 0,05. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa pengetahuan K3 manajemen berada pada kategori tinggi, komitmen manajemen tentang K3 berada pada kategori rendah. Hasil analisis regresi menunjukkan ada hubungan yang sangat signifikan antara motivasi tenaga kerja melaksanakan K3 terhadap penerapan SMK3 ( p = 0,010 ) dengan SD efektif 2,617%, ada hubungan yang sangat signifikan antara keterlibatan tenaga kerja melaksanakan K3 terhadap penerapan SMK3 ( p = 0,010 ) dengan SD efektif 16,250 %.
Occupational health and safety management systems aimed at preventing and reducing accidents and illness due to work and creating safe work places, efficient and productive activities. The number of SMK3 implementation at companies in Indonesia was generally low. Data of Workforce and Migration Minister of Republic of Indonesia 2005 showed that of around 169.000 companies existing in Indonesia, there were only 100 companies that had been rewarded SMK3 certificate. The number of accident in work place was still high, according to PT. Jamsostek data during 2004, the payment for work accident was for 95.418 cases so that the average number of work accident was 398 per day. The number of work accident in Pekanbaru was still high either. For 2004, 1.629 work accidents and 60 cases brought deaths to workers. It showed that the implementation of K3 in Pekanbaru was still minimum. The research was survey research in nature to discover factors relating to the implementation of SMK3 using cross-sectional model. The research was conducted at three wood companies in Pekanbaru which met the inclusion requirements, that is companies that had 100 workers or more. The number of workers which became the object of research was 300. Research variables included independent variables covering management knowledge about K3, management commitment about K3, motivation, and the involvement of workers in applying K3. The dependent variable include the implementation of SMK3. The research use questionnaire and employed regression analysis by using SPS 2000 program at significant level (a ) = 0,05. The result of descriptive statistic analysis indicated that management knowledge about K3 was high, management commitmen about K3 was low. Regression analysis demonstrated a very significant relationship between workers’motivation in applying K3 on the implementation of SMK3 (p = 0,010) and effective SD 2,617 %. It was revealed that a very significant relationship existed between the involvement of workers who applying K3 on implementing SMK3 (p = 0,010) and effective SD 16,250 %.
Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Manajemen SMK3,Industri Pengolahan Kayu, Motivation; Involvement of workers; Occupational health and safety management systems