Laporkan Masalah

Validitas pemeriksaan sitologi basofil mukosa hidung untuk membantu penegakan diasnosis rinitis alergi

ZULEIKA, Puspa, Dr.dr. Tedjo Oedono, Sp.THT-KL(K)

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Patofisiologi alergi pada rinitis alergi menunjukkan bahwa didalam jaringan terjadi proses inflamasi yang ditandai dengan adanya akumulasi sel eosinofil, sel basofil, sel mast, sel T, serta makrofag. Diagnosis rinitis alergi ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan sitologi mukosa hidung merupakan salah satu pemeriksaan penunjang rinitis alergi yang murah dan mudah. Akumulasi sel basofil dapat digunakan untuk membantu penegakkan diagnosa rinitis alergi melalui pemeriksaan sitologi basofil dengan menggunakan pulasan Wright. Dibutuhkan uji validasi pemeriksaan sitologi sel basofil dengan pewarnaan Wright untuk membantu penegakkan diagnosis rinitis alergi. Penelitian uji diagnostik untuk validasi pemeriksaan sitologi sel basofil mukosa hidung dengan pulasan Wright untuk membantu penegakan diagnosis rinitis alergi belum pernah dikerjakan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan nilai diagnostik dan titik potong pemeriksaan sitologi sel basofil mukosa hidung dengan menggunakan pulasan Wright Desain penelitian adalah uji diagnostik. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan pemeriksaan sitologi sel basofil mukosa hidung dengan pulasan Wright sebagai metode pewarnaan sitologi, dibandingkan dengan skin prick test sebagai baku emas. Jumlah sampel yang dibutuhkan adalah sebanyak 111 orang. Analisis data dilakukan adalah dengan menghitung nilai sensitifitas dan spesifisitas, nilai duga positif dan negatif, rasio kecenderungan positif dan negatif. Dilakukan penentuan nilai cut-off dari masing-masing pulasan. Dilakukan uji korelasi antara klasifikasi berat ringan rinitis alergi dengan pemeriksaan sel basofil mukosa hidung dengan pulasan Wright memakai uji korelasi Spearman test.

In allergic rhinitis, the patophysiology allergy in the tissues exhibits an inflammatory process comprising accumulation of eosinophil cells, basophil cells, mast cells, T cell, and macrophage. Anamnesis, physical examination, and additional examination were used to established the diagnose of allergic rhinitis. Cytology nasal smear was one of the cheap and easy additional examinations for allergic rhinitis. Basophil accumulation can be used to diagnosed allergic rhinitis with cytology examination by using Wright dye method. To help the establish the diagnose of allergic rhinitis, validation test to examine the cytology of basophil nasal mucous with Wright dye method is required. Unfortunately, this study has never been applied in Indonesia. The aim of this study were to determine the diagnostic value and cut off point of cytology basophil nasal mucous test by using Wright dye method. Study design for this study was diagnostic test. One hundred and eleven subjects who inquire the inclusions and exclusions criteria were tested for basophil nasal mucous cytology test by using Wright dye method, compared to skin prick test as the gold standard. Sensitivity, specificity, positive and negative predictive value, positive and negative likelihood ratio were used to analyze the data, and confirming the cut off value of the data. Spearman correlation test was used to analyze the correlation between degree of allergy rhinitis and basophil count.

Kata Kunci : Rinitis Alergi,Sitologi Basofil Mukosa Hidung, allergy rhinitis, basophil nasal mucous cytology test, diagnostic test, skin prick test, cut off value, ROC curve.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.