Cedera kepala sebagai faktor risiko epilepsi bangkitan umum tonik-klonik
SUHARSONO, dr. Damodoro Nuradyo, Sp.S(K)
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikCedera kepala banyak dialami oleh orang dewasa muda dalam usia produktif, dan laki-laki lebih besar daripada wanita. Disamping kematian, dampak trauma kepala cukup banyak seperti nyeri kepala, kelainan saraf kranial, keluhan somato psikologik, gangguan kognitif dan kejang. Komplikasi potensial yang sangat penting dari cedera kepala adalah epilepsi. Pasien yang mengalami cedera kepala memiliki risiko 3 kali lebih tinggi untuk berkembang menjadi epilepsi dibanding populasi umum.. Risiko kejang meningkat sesuai parahnya cedera kepala, walaupun dapat terjadi pada pasienpasien tanpa lesi struktural yang jelas dan hanya dengan cedera kepala ringan. Insidensi epilepsi sebesar 1.5 kali setelah cedera ringan, 2.9 kali setelah cedera sedang, dan 17 kali pada cedera berat. Kejang pasca cedera kepala dapat berupa bangkitan umum, bangkitan parsial sederhana, parsial komplek, termasuk kejang menyeluruh sekunder. Faktor-faktor yang berhubungan dengan epilepsi setelah cedera kepala meliputi beratnya cedera, cedera kepala tembus, hematom intrakranial, fraktur depresi tulang kepala, penurunan kesadaran lebih dari 24 jam, post-traumatic amnesia lebih dari 24 jam, dan early seizure. Dilakukan penelitian dengan rancangan studi kasus kontrol pada penderita epilepsi yang berobat jalan di poliklinik saraf RS. Dr. Sardjito Yogyakarta untuk mencari hubungan dengan kejadian cedera kepala yang pernah dialami sebelumnya. Seberapa besar prevalensi epilepsi bangkitan umum tonik klonik akibat cedera kepala akan diperoleh dari penelitian ini. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menghitung Odds Ratio (OR), dengan Interval kepercayaan (CI) 95%, dan untuk mengetahui tingkat kemaknaan dilakukan uji Chi-Square. Analisis multivariat dilakukan untuk mengendalikan variabel perancu yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.
Head injury mostly occurs in productive ages young adults, male were more than female. Beside death, the bad impact of head injury included headache, cranial nerves palsy, somato-psychologic symptoms, cognitive impairment, and siezures. The most important potential complication was epilepsy. The risk of head injury patients to suffers epilepsy was rise three times compare with healthy population. Despite might be occured in mild head injury patients without distinct structural lesion, the risk of epilepsy was increase with the aggravated of head injury. Insidence was 1.5 times in mild head injury, 2.9 times in moderate head injury, and 17 times in severe head injury. The manifestation of seizure after head injury might be appear as general seizures, simple partial seizure, complex partial seizure, and secondary general seizure. Several risk factors were associated with post head injury epileptic seizures such as severity of injury, penetrate head injury, intracranial hematome, depressed skull fracture, unconsciousness more than 24 hours, post traumatic amnesia more than 24 hours, and early seizure. A Case control study of ambulatory epileptic patients at Neurology Policlinic of Dr. Sardjito Hospital was performed to analyse the correlation between head injury history with epilepsy. This study will describe the prevalence of tonic-clonic epileptic seizures correlated with head injury. The significance of correlation will be analysed using Chi-Square. Odds ratios, 95% confidence intervals, and p-values will be calculated. Multivariate analyse will be performed to control the confounding variables interfering the result of this study.
Kata Kunci : Epilepsi,Cedera Kepala,Tonik,Klonik, Head injury, epilepsy, tonic clonic, risk factors