Laporkan Masalah

HbA1c sebagai prediktor retinopati diabetika pada diabetes melitus tipe-2

HIDAYATI, Mahmudah, dr. Harjo Mulyono, Sp.PK(K)

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Retinopati diabetika (RD) merupakan penyulit menahun diabetes melitus yang sering terjadi. Di Indonesia, prevalensi retinopati diabetika antara 7,8-28,9%. Komplikasi retinopati diabetika dapat dicegah dengan pemantauan glukosa darah yang baik. HbA1c merupakan gold standard pemantauan kadar glukosa darah. Peningkatan HbA1c secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya retinopati diabetika. Retinopati diabetika seringkali tidak menimbulkan keluhan sampai pada akhirnya terjadi kebutaan, sehingga prediksi seawal mungkin sangat penting pada permulaan sakit untuk menentukan penatalaksanaan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui Rasio Prevalens (RP) pada kadar HbA1c 7,5% untuk memprediksi terjadinya retinopati diabetika. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectioanal. Sejumlah 124 pasien DM tipe 2 yang didiagnosis retinopati diabetika positif dan negatif dipilih secara konsekutif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, diperiksa kadar HbA1c. Nilai cutoff HbA1c untuk memprediksi terjadinya RD ditetapkan menggunakan receiver operating characteristic curve (ROC). Analisis univariat dan multivariat digunakan untuk menilai hubungan faktor risiko terhadap RD. uji korelasi pearson 2 sisi dianalisis untuk mengetahui korelasi HbA1c dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kadar HbA1c. Pemeriksaan HbA1c diharapkan bermanfaat bagi klinisi untuk memprediksi retinopati diabetika seawal mungkin, sehingga penatalaksanaan selanjutnya dapat dilakukan secara tepat dan cepat.

Retinopathy Diabetica (RD) is chronic complication of Diabetes Mellitus with hight prevalence. In Indonesia, prevalence of RD is between 7,8 – 28,9%. RD can be prevented through good monitoring blood glucose. HbA1c is gold standard for monitoring blood glucose level. Hight HbA1c can increase significantly the risk of RD. RD is often asymptomatic until blind in the last, so we need a prediction as earliest as possible to enable the future arrangement. The objective of this Study is to asses Ratio Prevalens (RP) at HbA1c 7,5% to predict RD. This Study uses a cross-sectional design. One hundred and twenty four of Diabetes Mellitus type 2 pasient in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta with diagnosis positive RD and negative is choosen consecutively. The HbA1c cutoff level for RD prediction is estimated by ROC curve. Univariate and multivariate analysis is used to determine for relation between risk factors and RD. Pearson correlation test is analized to determine the correlation of HbA1c to factors that influence HbA1c level. The measurement of HbA1c can be useful for clinicians to predict RD earlier, than the clinical management can be done correctly and fast.

Kata Kunci : HbA1c, retinopati diabetika, nilai cutoff, kurva ROC, Rasio Prevalens (RP)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.