Laporkan Masalah

Faktor risiko Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) pada murid Sekolah Dasar di Kec. Banguntapan Kab. Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

WIHARTONO, Wahyu, Dr.dr. Sri Sutarni, Sp.S(K)

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Attention-deficit / hyperactivity disorder (ADHD) merupakan suatu gangguan neurobehavioral dan gangguan tumbuh kembang onset anak-anak yang paling sering terjadi dan dijumpai di institusi pelayanan kesehatan ataupun di populasi anak sekolah. Sampai saat ini, angka prevalensi ADHD di Indonesia belum diketahui dan berbagai faktor risiko untuk terjadinya ADHD masih belum jelas. Banyak kejadian ADHD dapat dihubungkan dengan beberapa faktor risiko, antara lain: pendidikan dan penghasilan orangtua, komplikasi kehamilan, komplikasi persalinan, penyakit pada masa bayi, riwayat keluarga, dan keterlambatan perkembangan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik faktor risiko ADHD pada murid sekolah dasar di kecamatan Banguntapan kabupaten Bantul, daerah istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan dua tahap. Tahap pertama adalah penelitian cross sectional untuk mengetahui prevalensi ADHD. Tahap kedua merupakan penelitian case control dengan matching jenis kelamin, kelompok umur, dan lingkungan sekolah maupun tempat tinggal. Murid kelas I – VI sekolah dasar di kecamatan Banguntapan merupakan sampel dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diajukan kepada guru dan orangtua murid. Diagnosis ADHD ditegakkan dengan menggunakan kriteria DSM-IV. Data kuesioner dianalisis dengan tes chi square, regresi linear, analisis univariat dan multivariat menggunakan program komputer SPSS 12.

Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) is the most common neurobehavioral disorder of childhood and frequently encountered childhoodonset neurodevelopmental disorder in clinic and school childhood population. The prevalence data of ADHD in Indonesia are limited, and risk factors of ADHD unclear. Most of ADHD can be associated of some risk factors includes parents income and education, pregnancy and delivery complication, infancy diseases, family history, and developmental delays. The purpose of this study want to know the prevalence and odds ratio of some risk factors of ADHD in primary school students in Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. This study was done in two steps, cross sectional study to determine the prevalence of ADHD. A matched case control design study was done to determine some risk factors of ADHD. Sample was taken from the primary school students in Banguntapan districs area. The datas were collected from teachers and parents questionnaire. The diagnose of ADHD was confirm with Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV) criteria. Questionnaire data will be analyzed by chi square test, linear regresion, univariate and multivariate analysis using SPSS 12 computed program.

Kata Kunci : Epidemiologi ADHD,Anak SD,Faktor Risiko, attention-deficit / hyperactivity disorder, students of primary school, risk factors, case control


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.