Bobot pengaruh pemakaian Haloperidol dengan kejadian disfungsi seksual pada penderita Skizofrenia laki-laki di RS Dr. Sardjito Yogyakarta
PRADANITA, Vista Nurasti, Prof.Dr.dr. Soewadi, MPH.,Sp.KJ(K)
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar belakang : Kurang lebih 42% pasien yang berobat ke SMF Jiwa RS Dr. Sardjito Jogjakarta, didiagnosis sebagai Skizofrenia dan 65% diantaranya adalah laki-laki. Psikofarmaka yang paling banyak diberikan adalah Haloperidol, yaitu sekitar 54%. Salah satu efek samping akibat penggunaan Haloperidol adalah disfungsi seksual dengan prevalensi 43- 60%. Disfungsi seksual akan mempengaruhi kualitas hidup penderita secara keseluruhan dan menyebabkan ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Tujuan : Untuk mengidentifikasi bobot pengaruh penggunaan Haloperidol dibandingkan dengan faktor-faktor yang berperan lainnya terhadap kejadian disfungsi seksual pada penderita skizofrenia laki-laki di poliklinik jiwa Rumah Sakit Dr. Sardjito Jogjakarta. Metoda : Penelitian ini merupakan suatu penelitian cross sectional deskriptif analitik. Penelitian dilakukan di SMF Jiwa RS Dr. Sardjito Jogjakarta, pada bulan November- Desember 2006. Populasi penelitian adalah pasien skizofrenia laki-laki di SMF Jiwa RS Dr. Sardjito Jogjakarta. Sampel penelitian diambil secara consecutive sampling sesuai dengan jumlah sampel minimal dari pasien Skizofrenia di bagian jiwa RS Dr Sardjito Jogjakarta yang berobat jalan dari bulan November-Desember 2006. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner data pribadi dan Arizona Sexual Experiences. Data penelitian dianalisis dengan regresi logistik Hasil : Hubungan antara pemakaian Haloperidol dengan kejadian disfungsi seksual di analisis dengan menggunakan chi-square. Untuk mengetahui bobot pengaruh penggunaan haloperidol terhadap kejadian disfungsi seksual dianalisis menggunakan regresi logistik.
Background: Forty two percents (42%) of patients in Psychiatric Outpatient Department DR Sardjito General Hospital were diagnosed as Schizophrenia and about 65% of patients are male. Haloperidol is the most frequent antipsychotic used for the treatment (57%). The most common side effect of Haloperidol is sexual dysfunction at prevalent rate of 43 to 60%. Sexual dysfunction in patients with Schizophrenia is interference with quality of life and leads to nonadherence in medication. Objectives: To identify the extent of the effects of Haloperidol compared to other contributing factors on sexual dysfunction in male patients with Schizophrenia at Psychiatric Outpatient Department, DR Sardjito General Hospital Jogjakarta. Method: This is an analytical and descriptive cross-sectional study. The study will be conducted in the Psychiatric Outpatient Department, DR Sardjito General Hospital Jogjakarta from November to December 2006. The samples will be collected by consecutive sampling technique due to the minimal samples. Data will be collected by personal questionnaire and questionnaires of Arizone Sexual Experiences Scale. Data will be analyzed by multiple regression. Result : The correlation between Haloperidol and sexual dysfunction will be analyzed by chisquare. The influential degree of Haloperidol to sexual dysfunction will be analyzed by logistic regression.
Kata Kunci : Skizofrenia,Disfungsi Seksual,Haloperidol, Haloperidol-sexual dysfunction-Schizophrenia