Usia sebagai faktor risiko Ototoksisitas Cisplatin pada penderita kanker pasca kemoterapi
PRIMADEWI, Novi, dr. Bambang Hariwiyanto, Sp.THT
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikPada kanker yang sudah non operable, stadium lanjut, sudah ada metastase jauh serta setelah dilakukan beberapa terapi (operasi/pembedahan dan radiasi) tetapi masih relaps atau tidak menunjukkan hasil yang diinginkan maka dilakukan kemoterapi. Kemoterapi digunakan secara sistemik dan mempunyai sifat sitosidal tidak spesifik sehingga akan berpengaruh terhadap sel normal. Salah satu dari sekian banyak efek toksisitas sitostatika adalah ototoksik yang merupakan efek utama dari sitostatika cisplatin dengan ditandai adanya penurunan tajam pendengaran yang diukur dengan audiometer nada murni. Pada usia anak-anak dan orang tua sangat rentan terkena ototoksis dari sitostatika, hal ini dikarenakan pada anak sel-selnya belum sempurna masih terus berkembang dan tumbuh sedangkan pada orangtua sel-selnya banyak mengalami degenerasi sehingga risiko terjadi penurunan tajam pendengaran lebih tinggi dibanding pada usia dewasa pasca kemoterapi dengan Cisplatin Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan rancangan penelitian berupa Case Control. Sampel diambil dari semua pasien kanker yang diterapi dengan regimen cisplatin di Poliklinik Onkologi THT-KL di RS Dr. Sardjito Yogyakarta, Poliklinik Onkologi Anak dan klinik Tulip di RS Dr. Sardjito Yogyakarta dalam periode 1 Juli 2006 sampai dengan 31 Desember 2006. Setelah dilakukan pengukuran audiometri nada murni ,pasien dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kasus : pasien dengan penurunan pendengaran pasca kemoterapi Cisplatin dan kelompok kontrol : pasien tanpa adanya penurunan pendengaran pasca kemoterapi Cisplatin.Kemudian secara retrospektif dengan mengisi kuesener dicari usia terbanyak terjadi hearing loss pada kedua kelompok tersebut. Analisis data dilakukan dengan uji X2 untuk menilai karakteristik subyek kedua kelompok berasal berasal dari populasi yang homogen atau tidak. Uji t digunakan untuk menentukan perbedaan pada kedua kelompok Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaatyang besar bagi pendidikan MS-PPDS, bagian Onkologi THT-KL di RS Dr. Sardjito Yogyakarta Poliklinik Onkologi Anak dan klinik Tulip di RS Dr. Sardjito Yogyakarta, dalam upaya meminimalisasi efek samping dari penggunaan cisplatin sebagai agen kemoterapi.
Chemotherapy is the treatment for non-operable, advanced stage cancer, with remote metastases that still relaps or unresponsive with radiation or surgical therapy. Chemotherapy can be use systemically and has an unspecific cytocide effects that will also influence normal cells. One of toxicity effects of cytostatic is ototoxicity, a primary side effect of cisplatin characterized with hearing loss that can be measured with pure-tone audiometry. Children and elderly people are very vulnerable to ototoxicity of citostatics, because children are still undergo cell growth and development, while lots of cells in elderly people has degenerated. Thus, hear loss risk after chemotherapy with cisplatin is higher in children and elderly people than adult. This study is an observational study with case control design. Sample are all cancer patient treated with cisplatin in ENT-oncology clinic, pediatry oncology clinic, and Tulip clinic of Dr. Sardjito hospital from July,1 to December 31 2006. Pure tone audiometry was measured to randomized patient into two group. The case group consist of patients who develop hearloss after chemotherapy with cisplatin. The control group are patients who did not develop hearloss after chemotherapy with cisplatin. Retrospectively, by filling a questionnaire, we identified patient age when hearloss was most likely to occur in both group. X2 test was used to evaluate homogeneity of population in both group. T test was used to define the significance different of both group. The result was expected to be valuable for residential program in oncology unit of ENT-HN division, and also for pediatric oncology and Tulip clinic in Dr. Sardjito hospital, to minimize the side effect of cisplatis as chemotherapy agent.
Kata Kunci : Kemoterapi,Ototoksisitas Cisplatin,Usia, age, risk factor, ototoxicity, cisplatin