Laporkan Masalah

Efektivitas pendidikan kesehatan gigi antara metode ceramah dengan modul dan tanpa modul terhadap pengetahuan, persepsi, motivasi, perilaku dan kebersihan gigi dan mulut santri usia 12-14 tahun :: Kajian di Pondok Pesantren Sukahideung dan Sukamanah Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya

SUHARJA, Eliati Sri, drg. Niken Widyanti S., MDSc

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Gigi

Latar Belakang : beberapa peneliti mengatakan bahwa pemberian pendidikan kesehatan gigi menggunakan metode ceramah dalam penyuluhan kurang efektif, sedangkan peneliti lain mengatakan bahwa penyampaian pesan melalui ceramah perlu dibantu dengan modul agar peserta dapat membuka kembali materi yang telah diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan gigi menggunakan metode ceramah dengan modul dan tanpa modul terhadap pengetahuan, persepsi, motivasi, perilaku dan kebersihan gigi dan mulut santri usia 12-14 tahun. Metode : kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent pre and post test group design subyek penelitian 200 orang terdiri dari : 100 orang santri berusia 12-14 tahun yang berada di pondok pesantren Sukahideng (perlakuan I) yang diberikan pendidikan kesehatan gigi menggunakan metode ceramah dengan modul, dan 100 orang santri berusia 12-14 tahun yang berada di pondok pesantren Sukamanah (perlakuan II) yang diberikan pendidikan kesehatan gigi menggunakan metode ceramah tanpa modul. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan, persepsi, motivasi, perilaku. Alat ukur untuk mengukur kebersihan gigi dan mulut memakai indeks PHP-M (Personal Hygiene Performance-Modified). Analisis data dengan Paired Samples Test. Pengukuran dilakukan sebelum perlakuan (pre test), 1 ½ bulan setelah perlakuan diadakan post test-1 dan setelah 3 bulan diadakan post test-2. Hasil : hasil analisis pre test tingkat pengetahuan, persepsi, motivasi, perilaku dan kebersihan gigi dan mulut pada kedua kelompok perlakuan menunjukan tidak ada perbedaan secara statistik (p>0,05). Setelah intervensi hasil analisis dari post test-1 ke post test-2 terjadi peningkatan kelompok I pada pengetahuan, persepsi, motivasi, perilaku dan kebersihan gigi dan mulut, secara statistik bermakna (p<0,05). Pada kelompok perlakuan II terjadi peningkatan hanya pada pengetahuan, persepsi dan kebersihan gigi dan mulut secara statistik bermakna (p<0,05) sedangkan motivasi dan perilaku secara statistik tidak bermakna (p>0,05). Hasil analisis t-test dari pre test ke post test-2, menunjukkan adanya peningkatan pada kelompok perlakuan I dari pengetahuan, persepsi, motivasi, perilaku dan kebersihan gigi dan mulut secara statistik bermakna (p<0,05), sedangkan kelompok perlakuan II peningkatan terjadi pada motivasi, perilaku dan kebersihan mulut secara statistik bermakna (p<0,05). Peningkatan lebih banyak terjadi pada kelompok perlakuan I yang diberikan pendidikan kesehatan gigi menggunakan metode ceramah dengan modul dibanding kelompok perlakuan II yang diberikan pendidikan kesehatan gigi menggunakan metode ceramah tanpa modul. Kesimpulan : 1) pendidikan kesehatan gigi menggunakan metode ceramah dengan modul lebih efektif dari pada tanpa modul; 2) pendidikan kesehatan gigi menggunakan metode ceramah dengan modul lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan, persepsi, motivasi, perilaku dan kebersihan gigi dan mulut santri; 3) pendidikan kesehatan gigi menggunakan metode ceramah tanpa modul efektif dalam meningkatkan motivasi, perilaku dan kebersihan gigi dan mulut santri.

Background: Some researchers state that the results of the dental health education using a lecture method with and without a module are still controversial. Therefore, the aim of this study is to find out the effectiveness of dental health education using a lecture method with and without a module in increasing knowledge, perception, motivation, behavior and oral hygiene status of santri age 12-14 years old. Methods: A semi experimental study with non equivalent pre and post test control group design was carried out on students (santri) age 12-14 years old of traditional Islamic School that was comprised of 100 hundred students of Sukahideng school (group of treatment I, given dental health education using lecture and a module) and of 100 hundred students of Sukamanah school (group of treatment II, given dental health education using lecture without a module). The Paired Samples Tests was used to analyze the data after 1.5 months of treatments (post test 1) and after 3 months of treatments (post test 2). Results: The results of statistical analyzes of pre test revealed that there is no significant differences between group of treatment I and treatment II in the knowledge, perception, motivation, behavior and oral hygiene status. The results of the analyzes showed that there are significant differences in increasing the knowledge, perception, motivation, behavior and oral hygiene status between group of treatment I and treatment II from post test 1 to post test 2, and from pre test to post test 2 (p <0.05). Group I showed significant differences from pre test to post 2 in increasing the knowledge, perception, motivation, behavior and oral hygiene status (p<0.05), while group II only showed significant differences in increasing motivation, behavior and oral hygiene status (p<0.05). Conclusions: Dental health education using lecture method with a module was more effective in increasing the knowledge, perception, motivation, behavior and oral hygiene status of santri of the traditional Islamic school. Dental health education using lecture and a module is increasing the knowledge, perception, motivation, behavior and oral hygiene status of santri, while dental health education using lecture without a module only increasing motivation, behavior and oral hygiene status of santri.

Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan Gigi,Metode Ceramah dan Modul,Persepsi dan Perilaku, Dental health education, lecture method with a module, knowledge, perception, motivation, behavior and oral hygiene status


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.