Pengaruh pemberian kurkuminoid terhadap kadar proteoglikan dan kepadatan serabut kolagen tulang rawan sendi temporomandibula :: Kajian pada tikus yang mengalami osteoartritis terinduksi secara eksperimental
ROBIN, Dwi Merry Christmarini, Dr.drg. Pinandi Sri Pudyani, SU.,Sp.Ort
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran GigiMasalah utama pada osteoartritis temporomandibula adalah terjadinya kerusakan yang progresif dari tulang rawan sendi yang berlangsung secara kronis. Kerusakan tersebut berkaitan dengan kerusakan unsur utama matriks ekstraseluler tulang rawan, yaitu proteoglikan dan serabut kolagen yang menurun akibat dari peningkatan enzim proteolitik, apoptosis kondrosit yang diperantarai oleh nitric oxide dan produk-produk kerusakan tulang rawan yang memicu terjadinya proses inflamasi. Kurkuminoid mempunyai aktivitas sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang mampu menghambat faktor-faktor yang memicu terjadinya kerusakan tulang rawan sendi temporomandibula. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pemberian kurkuminoid terhadap kadar proteoglikan dan kepadatan serabut kolagen tulang rawan sendi temporomandibula yang terinduksi osteoartritis. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitan ini adalah 75 ekor tikus yang dikelompokkan menjadi 15 kelompok secara acak. Pengaruh kurkuminoid divariasikan berdasarkan dosis dan lama perlakuannya. Kelompok kontrol terdiri atas tikus normal, kontrol (-) yaitu tikus yang diinduksi osteoartritis dan kontrol (+) yaitu tikus yang diinduksi osteoartritis dan diberi piroksikam, sedangkan kelompok perlakuan terdiri atas kelompok kurkuminoid dosis 9 mg dan 18 mg. Masing-masing kelompok kontrol dan perlakuan tersebut terdiri dari 5 ekor tikus untuk lama perlakuan 7, 14 dan 21 hari. Induksi osteoartritis dilakukan dengan injeksi complete Freund’s adjuvant (CFA) secara intra-artikular pada sendi temporomandibula sebelah kanan tikus. Perlakuan diberikan setelah terbentuknya osteoartritis yaitu 6 minggu setelah injeksi. Parameter yang diukur akibat perlakuan yang diberikan adalah perubahan kadar proteoglikan dan kepadatan serabut kolagen pada tulang rawan sendi temporomandibula tikus. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perbedaan perubahan profil protein yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tetapi protein khusus proteoglikan tidak terdeteksi dengan baik. Pengamatan kepadatan serabut kolagen menunjukkan adanya peningkatan rerata perubahan kepadatan serabut kolagen tulang rawan pada kelompok perlakuan dibanding kontrol (-). Secara statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara kelompok normal dan kontrol (-) dengan kelompok kurkuminoid sedangkan antara kelompok kurkuminoid pada semua dosis dan kontrol (+) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian kurkuminoid dapat mengubah profil protein dan meningkatkan kepadatan serabut kolagen secara bermakna pada tulang rawan sendi temporomandibula yang terinduksi osteoartritis setara dengan aktivitas piroksikam sebagai obat anti inflamasi non steroid (OAINS).
The underlying problem on osteoarthritis of temporomandibular joint is the progressive degradation of articular cartilage. This degradation was related to the destruction of the ground substance of extracellular matrix on articular cartilage i.e., decreases of proteoglycans and collagen fibers induced by increase of proteolytic enzyme, chondrocyte apoptosis mediated by nitric oxide and the products of cartilage degradation that trigger the process of inflammation. Curcuminoid has antioxidant and antiinflammation activities which are capable of inhibiting cyclooxygenase in the same manner as non-steroidal anti inflammatory drug i.e.,piroxicam. The aim of this research was to investigate the effect of curcuminoid on the concentration of proteoglycan and the density of collagen fibers on the cartilage of temporomandibular joint of rats that were induced osteoarthritic. Seventy five rats were used as samples in this research, which were randomly grouped into fifteen groups. Curcuminoid treatments given were the differences in dose and the length of those administrations. For control groups, normal rats used as normal control, rats induced osteoathritic as negative control, preinduced osteoarthritic rats treated with piroxicam as positive control. For treatment groups, curcuminoid groups 9 mg and 18 mg. Each of the control and the treatments groups were repeated five times for the length of those administrations i.e., 7, 14 and 21 days. These treatments were administered to rats already made osteoarthritic by injection of complete Freund’s adjuvant (CFA) on the right side of the temporomandibular joint after 6 weeks. Results from this research showed significant differences in change of protein profile between the control groups and the experimental groups but the main protein proteoglycan was not detected well. Observation of the collagen fibers showed an average increase in density changes of collagen fibers on the cartilage of experimental rats compared to the negative control groups. These changes are shown to be statistically significant (p>0,05) between the normal groups and negative control with the curuminoid groups whereas between the curcuminoid groups of all doses and the positive control did not show any significant change (p>0,05). It can therefore be concluded that administration of curcuminoid well significantly change protein profile and increase the density of the collagen fibers on the cartilage of temporomandibular joint of rats which were induced osteoarthritic, equivalent to the activities of the non-steroidal anti inflammatory drugs (NSAID), that is piroxicam.
Kata Kunci : Osteoartritis Temporomandibula,Tulang Rawan Sendi,Kurkuminoid