Uji aktivitas antioksidan minyak buah merah (Pandanus conoideus Lam.) secara in vitro dan in vitro pada tikus yang diberi beban aktivitas fisik maksimal
SANDHIUTAMI, Ni Made Dwi, dr. Ngatidjan, M.Sc.,SpFK
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan BiomedisMeningkatnya konsumsi oksigen selama latihan fisik yang intensif dapat meningkatkan produksi radikal bebas, dan jika produksinya melebihi kapasitas sistem pertahanan antioksidan tubuh dapat mengakibatkan stres oksidatif. Minyak buah merah mengandung betakaroten dan tokoferol, serta asam lemak seperti asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dan asam dekanoat. Tokoferol merupakan antioksidan yang larut lemak, melindungi struktur dan fungsi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan in vitro serta mengkaji pengaruh minyak buah merah terhadap kadar MDA dan tokoferol dalam darah pada pemberian aktifitas fisik maksimal. Uji aktivitas antioksidan in vitro menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1- pikril hidrazil). Uji aktivitas antioksidan secara in vivo dilakukan dengan menggunakan 24 ekor tikus putih galur Wistar jantan dengan pre - post test control group design. Tikus dibagi dalam 4 kelompok. Pada kelompok 1 sebagai kelompok kontrol diberi akuades dan tiga kelompok pelakuan yang masing- masing diberi minyak buah merah dosis 0,15 ml/kgBB; 0,3 ml/kgBB; 0,6 ml/kgBB selama 10 hari. Sebelum pemberian minyak buah merah, dilakukan pengukuran kadar MDA dan tokoferol. Pada hari ke-10, keempat kelompok diberikan beban aktivitas fisik maksimal yaitu dibuat berenang sampai kelelahan berupa hampir tenggelam dan segera dilakukan pengambilan darah untuk mengukur kadar MDA dan tokoferol dalam darah. Pada uji in vitro, nilai IC50 minyak buah merah adalah 451,51 μg/ml. Pada uji in vivo dengan dosis 0,15 ml/kgBB, kadar MDA darah menurun 5,22% dan kadar tokoferol meningkat 15,46%. Pada dosis 0,3 m/kgBB, kadar MDA menurun 11,96%; kadar tokoferol meningkat 22,19% dan pada dosis 0,6 ml/kgBB, kadar MDA menurun 8,19%; kadar tokoferol meningkat 50,60%. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara peningkatan kadar tokoferol dan penurunan kadar MDA darah. Minyak buah merah memiliki aktivitas antioksidan pada pengujian in vitro. In vivo pada tikus, ketiga dosis minyak buah merah dapat menurunkan kadar MDA darah tetapi dosis 0,3 ml/kgBB menurunkan kadar MDA lebih banyak dibandingkan dosis 0,15 ml/kgBB dan 0,6 ml/kgBB. Ketiga dosis minyak buah merah dapat meningkatkan kadar tokoferol dalam darah.
Increasing oxygen consumption during intensive physical exercise may increase production of free radicals, and if it exceeds physiolo gical capicity may cause oxidative stress. Buah merah oil contains high betacarotene and tocopherol, as well as fatty acid such as oleic acid, linoleic acid, linolenic acid and decanoic acid. Tocopherol is major biological lipid-soluble antioxidant, protecting structures and function of cell membranes cause by free radical. The objective of the study was to know antioxidant activity in vitro and the effect of buah merah oil to MDA and tocopherol level in blood during maximum physical activity treatment. Antioxidant activity in vitro test was conducted using DPPH methode (2,2- diphenyl-1-picryl hydrazyl). Antioxidant activity in vivo test was done using 24 male Wistar rats in pre - post test control group design. The rats were grouped into 4 group. The control group was given destilated water and three treatment groups were given buah merah oil in the dose of 0,15 ml/kgBW; 0,3 ml/kgBW; 0,6 ml/kgBW for 10 days. Before buah merah oil was given, level of MDA and tocopherol was measured. Ten days later, the four group were given maximum physical activity mean of swimming until the sign of fatigue occurred (nearly drowned) and the blood was taken for blood MDA and tocopherol examination. In vitro, IC50 buah merah oil was 451,51 μg/ml. In vivo test, dosage 0,15 ml/kgBW could decrease MDA 5,22% and increase tocopherol 15,46%. Dosage 0,3 ml/kgBW could decrease MDA 11,96% and increase tocopherol 22,19%.Dosage 0,6 ml/kgBW could decrease MDA 8,19% and increase tocopherol 50,60%. There was no significant correlation between the increase of tocopherol level and decrease of MDA level. Buah merah oil showed antioxidant activity in vitro. In vivo experiment, all dosage of buah merah oil decreased blood MDA level but in the dose of 0,3 ml/kgBW decreased MDA level more than dose of 0,15 ml/kgBW and 0,6 ml/kgBW. All the dose increased the blood tocopherol level.
Kata Kunci : Antioksidan,Minyak Buah Merah