Perbedaan kadar Malondialdehid anak jalanan yang terpajan udara tercemar dengan anak yang tidak terpajan udara tercemar di Daerah Istimewa Yogyakarta
AFRIYANTI, Esi, dr. Suwono
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan BiomedisUdara yang tercemar mengandung berbagai macam senyawa seperti senyawa karbon monoksidan (CO), senyawa sulfur (SO2), senyawa nitrogen (NO2), senyawa logam (Pb), senyawa oksigen (O3); atau berupa partikel (debu). Senyawa tersebut membahayakan kesehatan karena bersifat prooksidan di dalam tubuh. Jika oksidan inhalan ini berlebihan terhirup oleh tubuh, akan menyebabkan keadaan stres oksidatif, yang menimbulkan reaksi berantai yaitu peroksidasi lipid. Waktu paruhnya peroksidasi lipid sangat pendek sehingga secara klinis sulit diukur. Produk reaksi sekunder seperti malondialdehid (MDA) dapat digunakan sebagai indikator kuantitatif stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan mengukur perbedaan kadar malondialdehid anak jalanan yang terpajan udara tercemar dengan anak yang tidak terpajan udara tercemar di daerah istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik (non eksperimental) dengan cross sectional study. Subjek penelitian adalah anak-anak berjumlah 40 orang yang terbagi secara acak atas 2 kelompok, yaitu anak jalanan yang berada di perempatan jalan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pajanan polusi tinggi, dan anak yang tidak berada dijalan dan tidak terkena polusi udara. Subjek penelitian, yang telah memenuhi kriteria penelitian, diambil darahnya untuk mengetahui kadar MDA. Analisis data menggunakan uji–t, uji korelasi Pearson, analisis multivariat regresi ganda dengan derajat kemaknaan p<0,05, interval kepercayaan (CI) 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar MDA anak jalanan lebih tinggi dari kadar MDA bukan anak jalanan. Rerata kadar MDA plasma pada kelompok anak jalanan adalah sebesar 7,514 mmol/L ± 0,767. Rerata kadar MDA plasma pada kelompok bukan anak jalanan sebesar 5,677 mmol/L ± 0,843. Berdasarkan uji t-test maka didapatkan nilai t sebesar 7,210 dan p=0,000. Analisis multivariat variabel bebas (pajanan polusi udara), dan variabel confounding (jenis kelamin, status nutrisi, riwayat merokok, konsumsi narkoba, konsumsi alkohol, lama menjadi anak jalanan, lama dijalanan perharinya), dengan kadar MDA menunjukkan bahwa semua variabel memberikan hubungan yang signifikan dengan kadar MDA, dengan nilai p<0,05. Kontribusi semua variabel yang dianalisa sebesar 71,9 persen terhadap kadar MDA, masih ada faktor-faktor lain yang menentukan kadar MDA sebesar 28,1 persen seperti kadar antioksidan di dalam tubuh, kadar logam transisi yang membantu proses terbentuknya radikal bebas, serta penyakit kronis yang tidak terdeteksi, dan lain-lain. Kesimpulan penelitian ini adalah polutan yang ada di udara tercemar menyebabkan naiknya kadar MDA dalam darah
Air pollution contains of planty of compounds such as carbonmonoxide (CO), sulphur (SO2), nitrogen (NO2), metal compound (Pb), oxygen (O3), or dust particles. The compounds will endanger human health because of relation to the oxidants activity. If inhalan oxidants were inhaled in excessive amount, it will cause oxidative stress which generates lipid peroxidation. The lipid peroxidation percentage is difficult to be measured because of its short half-life. Secondary product of lipid peroxidation reaction such as malondialdehyde (MDA) can be used as a quantitative indicator of oxidative stress. The objective of this research was to measure the differences between street children malondialdehid concentrations who are exposed to air pollution with non-street children malondialdehid concentrations who are not exposed to air pollution. This was an analytical observasional (nonexperimental) research with cross sectional study. The subjects where choosen based on research requirement design, consist of 40 children divided into two randomized group. The first group was street children residing at intersections of special region of Daerah Istimewa Yogyakarta with high pollutions concentration, and the second one was children residing at nonair pollution road. The subjects blood were taken to be examined. Data was analyzed using t-test, Pearson correlation test, and multiple regression. Statistical analysis used p<0,05 and confidence intervals ( CI) 95%. The results demonstrated that MDA plasma of street children group was higher than MDA plasma non street children group. The average of MDA plasma concentrations of street children group was 7,514 mmol/L ± 0,767, and MDA plasma average concentrations of non street children group was 5,677 mmol/L ± 0,843 with p=0,000. Multiple analysis of independent variable (exposed to air pollution), and confounding variables (gender, nutrition, smoke, drugs consumption, alcohol consumption, the duration become street road children, time spent at intersection in the crossroad), with MDA concentrations showed that every variables had significant relation with MDA concentrations (p<0.05). Contributions of all analyzed variables equal to 71,9 % towards MDA concentrations, so there were contributions of other factors such as antioxidants concentrations, transition metal concentrations that assist free radical formation process, and also chronic disease is not detect, etc., that influence MDA concentrations equal to 28,1%. The conclusion is polutants in polluted air increases the rate of MDA.
Kata Kunci : Kadar Malondialdehid,Pencemaran Udara