Laporkan Masalah

Kadar Zinc dan Malondialdehid plasma pada preeklamsia

MU'TI, Abdul, Prof.Dr.dr. Sri Rahajoe Asj'ari

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis

Latar Belakang: Preeklampsia masih menjadi penyebab utama kematian maternal dan perinatal, terutama di negara-negara berkembang. Ketidakseimbangan senyawa oksidan dan antioksidan mendasari patogenesis stres oksidatif pada preeklampsia. Stres oksidatif baik plasental maupun maternal diduga memicu disfungsi sel endotel maternal, yang menyebabkan kerusakan multisistim. Salah satu yang memperantarai proses tersebut adalah peroksidasi lipid, yang dapat diketahui lewat produknya berupa MDA. Peranan zinc sebagai antioksidan yang dapat menghambat terjadinya stres oksidatif pada preeklampsia perlu diteliti, lebih khusus lagi seberapa besar peranan zinc terhadap proses peroksidasi lipid. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengkaji bagaimana hubungan antara kadar zinc plasma dengan kadar MDA plasma pada preeklampsia. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain studi potong lintang (cross sectional study). Subyek penelitian adalah ibu hamil usia 28 minggu keatas pada RS. Dr. Sardjito Yogyakarta, masing-masing kelompok preeklampsia sebanyak 27 orang dan kelompok hamil normal sebanyak 27 orang. Pemilihan subyek dilakukan dengan metode consecutive sampling, dengan upaya matching berdasarkan usia kehamilan. Masing-masing kelompok diperiksa kadar zinc plasmanya dengan menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrofotometer). Sedangkan kadar MDA plasma diperiksa dengan metode TBARS C18 menggunakan alat spektrofotometer. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya korelasi yang signifikan (p>0,05) antara kadar zinc plasma dengan kadar MDA plasma pada preeklampsia (r=-0,164) dan hamil normal (r=-0,212). Hal tersebut disebabkan karena kadar zinc hanya menentukan kadar MDA sebesar 2,7% (r2=0,027) pada kelompok preeklampsia, sementara pada hamil normal hanya menentukan sebesar 4,5% (r2=0,045). Penelitian menunjukkan kadar MDA plasma pada preeklampsia lebih tinggi bermakna (p<0,05) daripada hamil normal. Kadar zinc plasma pada preeklampsia lebih rendah daripada hamil normal, namun perbedaannya tidak bermakna (p<0,05). Hasil analisis variabel perancu kadar hematokrit dan jumlah leukosit menunjukkan variabel perancu pada kelompok preeklampsia hanya menentukan 17,1% (r2=0,171) terhadap kadar MDA plasma dan pada hamil normal variabel perancu hanya menentukan sebesar 36,3% (r2=0,363). Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara kadar zinc plasma dengan kadar MDA plasma pada preeklampsia. Kemungkinan karena peran antioksidan zinc yang tidak langsung. Dan subtansi yang mengandung zinc juga bukan satu-satunya yang dapat berfungsi sebagai antioksidan.

Background: Preeclampsia remains the primary cause of maternal and perinatal mortality, especially in developing countries. Imbalance between prooxidant and antioxidant action lead to oxidative stress processes that contribute such pathogenesis in preeclampsia. It was suggested that oxidative stress both in plasenta and maternal promote the endothelial cell dysfunction, causing multisystem damage. Oxidative stress processes that mediated by lipid peroxidation can be measured as its products, i.e. malondialdehide (MDA). Role of zinc as antioxidant that able to reduce oxidative stress processes in preeclampsia should be studied, especially how to reduce lipid peroxidation. Therefore, this study aims to ellaborate what correlation between zinc and MDA plasma levels in preeclampsia. Method: This study has been carried out of an analytic observational with cross sectional study. Subjects were pregnant women with >28 weeks of gestational age. Patients consisted of 27 subjects with preeclampsia and 27 normally pregnant. Subjects with preeclampsia elected by consecutive sampling method, then matching in gestational age to the normally subjects. Plasma concentration of zinc from subjects were measured on Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) and plasma MDA were measured as TBARS on spectrophotometer. Result: There is no correlation (p>0,0,5) between zinc and MDA plasma concentration both in preeclampsia (r = -0,164) and normally pregnant (r = - 0,212). It seems that zinc does not influence the MDA formation. Plasma zinc determine MDA concentration only about 2,7% (r2 = 0,027) in subjects with preeclampsia and 4,5% (r2 = 0,045) in normally pregnant. Mean concentration of plasma MDA was significantly higher (p<0,05) in subjects with preeclampsia than normally pregnant. The concentration of zinc in subjects with preeclampsia was lower than normally pregnant, but the difference was not significantly (p>0,05). Analysis to hematocrit and leukocytes showed that confounding variables determine only 17,1% (r2 = 0,171) to MDA concentration in subjects with preeclampsia, and 36,3% (r2 = 0,363) in normally pregnant. Conclusion: There are no significant correlation between zinc and MDA plasma in preeclampsia and normally pregnant. It seems related to the role of zinc that indirectly act as antioxidant. And substances that contain zinc are not the only substance that acts as antioxidant in human body.

Kata Kunci : zinc, MDA, stres oksidative, preeklampsia, oxidative stress, preeclampsia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.