Laporkan Masalah

Kajian persepsi masyarakat pemilik hutan terhadap pelestarian hutan rakyat di Sumba-Barat

SAMAPATY, Umbu D.U, Prof.Dr.Ir. H. Chafid Fandeli

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Hutan sebagai salah satu penentu ekosistem penyangga kehidupan dan merupakan sumber kemakmuran bagi rakyat. Keberhasilan pengelolaan hutan tidak bisa lepas dari kesadaran dan pentingnya tindakan pelestarian. Keberhasilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan secara optimal disebabkan adanya pengetahuan yang mereka miliki, khususnya pengetahuan tentang kelestarian.Tingkat pengetahuan yang mereka miliki akan memberikan wawasan yang luas serta dapat menumbuhkan sikap untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survay: 1) Memberikan kuisiner kepada 36 sampel petani pemilik hutan rakyat di Sumba Barat, pengamatan lapangan pada 78 petak ukur pada 4 strata pertumbuhan untuk memperoleh data vegetasi hutan rakyat di Sumba-Barat dan analisis statistik uji kwadrat chi dan metode regresi linier berganda yang digunakan untuk melihat seberapa baik persepsi masyarakat Sumba-Barat dan hubungan antara sistim pengelolaan hutan rakyat (yang ditunjukan dengan indikator jumlah pohon/ha)dengan beberapa faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hutan rakyat di Sumba Barat pada tingkat semai didominasi jenis: mahoni dan lamtoro, tingkat sapihan: mahoni dan jati, tingkat tiang: mahoni dan nangka dan tingkat pohon: mahoni dan kemiri. Hasil uji kwadrat chi menunjukan bahwa sebagian besar masyarakat pemilik hutan rakyat di Sumba-Barat (80%) memiliki persepsi yang baik terhadap pelestarian hutan rakyat. Uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor kepemilikan ternak dan luas lahan memberikan pengaruh yang nyata terhadap sistim pengelolaan hutan rakyat di Sumba-Barat. Kepemilikan ternak memberikan pengaruh positif, semakin banyak ternak maka semakin baik pula sistim pengelolaan hutan rakyat. Sedangkan luas lahan memberikan pengaruh negatif bahwa semakin luas lahan yang dimiliki maka semakin buruk pula sistim pengelolaan hutan rakyat yang dilakukan.

Forest becomes a determinant of the life supporting ecosystem and serves as source of peoples’ welfare. The success of forest management is inseparable from the awareness and importance of preservation action. The people’s success in optimum land utilization owes much to their knowledge, especially about forest preservation. The level of knowledge contributes to broad mind and develops an attitute to make a proper decision in sustainable natural resources exploitation. The research applies a survey method by means of distributing questtionnaires to 36 samples of farmers owning community-based forest in West Sumba, field observation on 78 plots of land with 4 strata of growth to obtain data on vegetation in this forest, and chi-square statistic analysis and multi linear regression method to measure the degree of West-Sumba people’s perception and the relation between the system of community-based forest management (as indicated by the indicator of the number of trees/ha) and several other factors. The research results show that the vegetion of community-based forest in West Sumba, at nurturing stratum, is dominated by mahogany and lamtoro trees; at separating stratum is dominated by mahogany and teakwood tress, at staking stratum is dominated by mahogany and jackfruit trees; and at plant stratum is dominated by mahogany and nutmeg trees. The result of the chi square test shows that most farmers (80%) owning community-based forest in West-Sumba hold a good perspective toward forest preservation. The multi linear regression test reveals that the factors of cattle possession and land size give a real effect to the forest management system: the more cattles they have, the more systems of forest management they adopt. Meanwhile, land size gives a negative effect in that the larger the land they have, the worse the management system they implement.

Kata Kunci : Persepsi, Kelestarian, Hutan Rakyat, perception, preservation, community-based forest


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.