Laporkan Masalah

Studi kajian pengembangan ekowisata di zona pemanfaatan pariwisata Taman Nasional Karimunjawa

FARID, Zunan, Prof.Dr.Ir. H. Chafid Fandeli

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Taman Nasional Karimunjawa terletak di Kabupaten Jepara Propinsi Jawa Tengah, terdapat 5 (lima) ekosistem yaitu ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah, ekosistem hutan pantai, ekosistem mangrove, ekosistem lamun dan ekosistem terumbu karang yang masing-masing ekosistem memiliki karekteristik dan potensi yang berbeda-beda. Sumberdaya alam tersebut mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai obyek yang menarik guna kegiatan ekowisata. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi obyek dan daya tarik wisata di zona pemanfaatan, mengetahui karakteristik dan persepsi masyarakat dan wisatawan terhadap pengembangan ekowisata serta merencanakan arah dan skala prioritas pengembangan program ekowisata. Tipe penelitian ini adalah merupakan suatu studi kajian, yaitu mengkaji potensi objek dan daya tarik ekowisata dari aspek obyek wisata alam bentang laut, bentang darat pantai dengan sifat keunikan, keindahan, otentisitas dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif. Analisis data meliputi analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa keunikan, keindahan dan otentitas mempunyai pengaruh positif terhadap semua potensi obyek wisata alam bentang laut dan objek wisata alam bentang darat pantai pada pulau Menjangan Kecil, pulau Menjangan Besar, pulau Tengah dan pulau Bengkoang. Klasifikasi urutan potensi ekowisata adalah pulau Menjangan Kecil, pulau Tengah, pulau Menjangan Besar dan pulau Bengkoang. Sedangkan masyarakat sekitar kawasan dan wisatawan memberikan tanggapan yang positif dan dukungan terhadap rencana pengembangan obyek wisata alam. Program pengembangan ekowisata yang dapat dilakukan adalah ; perencanaan, pengembangan infrastruktur, pengembangan fasilitas, pengelolaan pengunjung, pengembangan sumber daya manusia, pantai lestari, pengembangan obyek dan pengembangan pola investasi.

Karimunjawa National Park lies in Jepara Regency, Central Java Province. Within the park there are five major ecosystems: low land tropical rain forest ecosystem, coastal forest ecosystem, mangrove ecosystem, seagrass ecosystem and coral reef ecosystem. Each of them has its unique characteristics and different potential resources. Those resources can be developed into tourist destination objects in the frame of ecotourism activities. Thus, the research’s objectives are to identify objects and tourist attraction objects within the tourism utilization zone in Karimunjawa National Park, to investigate the characteristics and tourist development perceptions of the local community of Karimunjawa and the tourists that come to the park area and furthermore to to design an appropriate plan of ecotourism development. This research’s objects are the potential resources and ecotourism attraction objects that consist of the landscape and seascape with its unique characteristics, beauty and otentisity. Descriptive method was applied as the research method. Then the quality and quantity analysis were used in the analyzing phase. The research shows that unique characteristics, beauty and otentisity have a positively influence all tourist objects that consist of landscape and seascape in Menjangan Kecil Island, Menjangan Besar Island, Tengah Island and Bengkoang Island. Based on its potential ecotourism, those islands can be classified as the following order, Menjangan Kecil Island, Tengah Island, Menjangan Besar Island, and Bengkoang Island. Research also reveals that the surrounding community and the tourist who come to the area positively support the ecotourism development plan. The recommended programs that can be done are planning, infractructure building, facilities instalation, tourists management, capacity building, tourist objects developments and investment.

Kata Kunci : Taman Nasional Karimunjawa,Ekowisata,Pengembangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.