Laporkan Masalah

Sistem perladangan masyarakat Dayak Bukit Meratus di Kecamatan Loksado Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan

REZEKIAH, Arfa Agustina, Prof.Dr.Ir. H. Hasanu Simon

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Masyarakat local yang tinggal di sekitar hutan sangat tergantung pada hutan dan mempunyai hubungan timbal balik, hutan merupakan sumber kebutuhan pokok yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti hutan sebagai sumber bahan makanan, obat-obatan, bahan bangunan dan sumber pendapatan. Pengelolaan dan pemanfaatan hutan secara berladang telah dilakukan oleh masyarakat Loksado secara turun temurun. Kegiatan tersebut ternyata mampu memenuhi kebutuhan akan pangan namun juga menimbulkan dampak negatif terhadap adanya pencucian hara tanah dan berkurangnya keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sistem perladangan “gilir balik”, kontribusi pendapatan dari kegoatan berladang terhadap pendapatan total dan kondisi biofisik pada ladang dan bekas ladang dengan mengambil tiga desa yang mayoritas penduduknya peladang sebagai lokasi penelitian yaitu desa Loksado, desa Lok Lahung dan desa Haratai. Pengambilan sampel terbagi atas dua aspek yaitu aspek sosial ekonomi masyarakat dan aspek lingkungan ladang dan bekas ladang. Pengambilan responden dilakukan secara acak. Pada aspek lingkungan yang meliputi lingkungan biologi dan fisik sampel diambil di areal ladang dan bekas ladang milik responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sistem perladangan “gilir balik” yang dilakukan masyarakat Dayak Bukit terdiri dari tahapan pemilihan lokasi, pembersihan lahan, penyiapan lahan, penaburan benih, pemeliharaan tanaman dan pemanenan. Setiap kegiatan sesuai dengan kearifan masyarakat yang ada. Kontribusi peladang adalah 20,36 % dari total pendapatan. Ditinjau dari aspek vegetasi sistem ini menunjukkan adanya suksesi yang baik menurut indeks keragaman jenis dan bernilai 2,26 – 3,0.

Local people living around forest extremely depend on forest and have mutual relationship with it. Forest is their source of food, medicine, building material and income. The use and management of forest have been done traditionally by people of Loksado district from generation to generation; while the activity is able to meet the in demand of food the activity could also have negative impact on nutrient cycle and biodiversity deterioration. This research was aimed to know the activity of gilir balik (Shifting cultivation) type of cultivation, contribution of income from those traditional farming and biophysical condition of the formerly cultivated land. Three villages where purposively selected. i.e. Loksado, of Lok Lahung and Haratai villages. The observation has been carried out on people social economic and while the environmental aspects. Respondents by random selective for social economic observation while the environmental aspect biological and physical farmer was taken in each cultivation type being practiced by respondents. Result indicated that the of gilir balik (Shifting cultivation) cultivation of Dayak Bukit people compose of activities : location determination, land cleaning, land preparation, seed sowing, plant maintenance and harvest. Each steps of the activity strongly consider environmental sustainability aspects. Income Contribution from the field cultivation is 20.36% of total income. Biophysical condition of gilir balik (slash dan burn) field system viewed from indicated a good succession sign shown by type diversity index of 2.26 – 3.0.

Kata Kunci : Sistem perladangan gilir balik, Keanekaragaman, Kontribusi, gilir balik cultivation system, contribution, biodiversity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.